Meksiko menghadapi gelombang kekerasan kartel yang memicu kekhawatiran global menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Situasi memanas setelah tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, dalam operasi militer pada 23 Februari 2026.
Kematian tokoh yang lama masuk daftar buronan paling dicari itu memicu aksi balasan dari kelompoknya. Sejumlah wilayah, terutama di negara bagian Jalisco, dilaporkan mengalami pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan raya, serta baku tembak dengan aparat keamanan.
Korban Berjatuhan, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Dalam rangkaian operasi militer di sekitar Guadalajara, sedikitnya 74 orang dilaporkan tewas, mayoritas anggota kartel. Sementara itu, bentrokan terpisah menewaskan 25 personel Garda Nasional.
Dampak kekerasan juga terasa di sektor industri. Perusahaan otomotif Jepang, Honda, sempat menghentikan sementara operasional pabrik perakitannya di Guadalajara sebagai langkah antisipasi keamanan.
Insiden pembakaran mobil dan pemblokiran jalan bahkan terjadi di sekitar Stadion Akron, salah satu venue resmi Piala Dunia 2026 di kota tersebut. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran publik terkait kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah.
FIFA: Keamanan Tetap Jadi Prioritas
Di tengah eskalasi situasi, Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keyakinannya bahwa persiapan turnamen tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa FIFA terus memantau kondisi di lapangan dan menjalin koordinasi erat dengan otoritas setempat.
“Keselamatan dan keamanan selalu menjadi prioritas utama,” tegas perwakilan FIFA. Organisasi tersebut menyatakan pemindahan lokasi pertandingan hanya akan menjadi opsi terakhir dan hingga kini belum ada rencana perubahan.
Presiden Claudia Sheinbaum Jamin Situasi Terkendali
Senada dengan FIFA, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan tidak ada risiko besar bagi wisatawan dan penggemar sepak bola yang akan hadir.
Pemerintah telah mengerahkan tentara dan Garda Nasional, memperkuat patroli keamanan, serta meningkatkan sistem pengawasan di kota-kota tuan rumah. Otoritas menyatakan situasi mulai berangsur normal setelah operasi pengamanan diperluas.
Kekhawatiran Internasional dan Data Kriminalitas
Meski ada jaminan resmi, sejumlah pihak internasional menyuarakan kekhawatiran. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melalui salah satu pejabatnya menilai situasi keamanan saat ini sulit diabaikan.
Sementara itu, pemerintah Kanada dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan imbauan perjalanan agar warganya berhati-hati jika berkunjung ke wilayah terdampak.
Secara statistik, pemerintah Meksiko mengklaim angka pembunuhan tahun 2025 turun 30,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sejumlah pengamat mempertanyakan validitas data tersebut, terutama terkait meningkatnya laporan orang hilang di beberapa wilayah.
Jadwal dan Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Meksiko akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan dalam Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada. Pertandingan tersebut akan berlangsung di tiga kota:
- Mexico City (5 pertandingan)
- Guadalajara (4 pertandingan)
- Monterrey (4 pertandingan)
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Mexico City pada 11 Juni 2026. Selain itu, beberapa pertandingan playoff juga akan digelar di Stadion Akron, Guadalajara.
Dengan tensi keamanan yang masih fluktuatif, dunia kini menanti apakah Meksiko mampu menjaga stabilitas dan memastikan Piala Dunia 2026 berlangsung aman, lancar, dan sukses sesuai rencana.
