Notification

×

Iklan

Iklan

Mengejutkan! 62 Juta Porsi Makan Gratis Disebut Terbuang, Potensi Kerugian Tembus Rp1,27 T per Pekan

Februari 23, 2026 Last Updated 2026-02-23T14:12:52Z

 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Penelitian terbaru dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi pemborosan anggaran negara yang nilainya tidak kecil.


Dalam temuan tersebut, diperkirakan sekitar 62 juta porsi makanan yang telah disalurkan kepada siswa sekolah dalam satu minggu tidak dikonsumsi. Jika dikalkulasikan, potensi pemborosan anggaran negara bisa mencapai Rp622 miliar hingga Rp1,27 triliun per minggu.


Menu Tak Sesuai Ekspektasi Siswa


Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menjelaskan bahwa survei yang dilakukan lembaganya menunjukkan banyak penerima manfaat menilai menu MBG belum sesuai harapan. Beberapa siswa disebut menolak makanan karena rasa yang kurang cocok, kebersihan yang dipertanyakan, hingga kualitas gizi yang dianggap belum memadai.


Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat makanan terbuang dan berdampak langsung pada inefisiensi penggunaan anggaran publik.


Skenario Minimal hingga Maksimal


CELIOS memaparkan dua skenario potensi kerugian negara:


Skenario minimal: Dengan asumsi 62 juta porsi terbuang, potensi pemborosan diperkirakan mencapai Rp622 miliar per minggu.


Skenario maksimal: Jika tingkat penolakan lebih tinggi akibat persoalan menu dan gizi, potensi kerugian bisa melonjak hingga Rp1,27 triliun setiap pekan.


Jika dihitung secara bulanan, dana sebesar itu disebut bisa dialokasikan untuk pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi jutaan masyarakat.


Rekomendasi: Moratorium dan Audit Transparan


Atas temuan tersebut, CELIOS merekomendasikan pemerintah mengambil langkah evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Opsi yang disarankan meliputi moratorium sementara, reformasi total desain pelaksanaan, serta audit transparan terhadap penggunaan anggaran.


Langkah ini dinilai penting agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah benar-benar berjalan efektif tanpa menimbulkan pemborosan keuangan negara dalam jangka panjang.


Evaluasi sejak dini disebut krusial untuk memastikan program sosial berskala besar seperti MBG tepat sasaran, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.