Pada 2025, Eropa mengalami perubahan demografis yang cukup signifikan. Populasi Muslim di benua ini diperkirakan mencapai sekitar 46 juta jiwa atau sekitar 6 persen dari total penduduk.
Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti migrasi, tingkat kelahiran, dan komunitas Muslim yang telah lama menetap di sejumlah negara. Berikut daftar negara Eropa dengan jumlah dan persentase penduduk Muslim terbesar saat ini.
🇷🇺 Rusia
Rusia menempati posisi teratas dengan jumlah Muslim terbesar di Eropa secara absolut. Diperkirakan lebih dari 14 juta Muslim tinggal di negara ini.
Komunitas Muslim di Rusia banyak berasal dari wilayah seperti Chechnya, Tatarstan, dan Dagestan. Islam telah menjadi bagian dari sejarah Rusia selama berabad-abad.
🇫🇷 Prancis
Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Uni Eropa. Jumlahnya diperkirakan mencapai 5–6 juta jiwa.
Sebagian besar Muslim di Prancis berasal dari keturunan Afrika Utara, seperti Aljazair, Maroko, dan Tunisia.
🇩🇪 Jerman
Di posisi berikutnya ada Jerman, dengan populasi Muslim sekitar 5 juta orang.
Mayoritas Muslim di Jerman merupakan keturunan Turki, selain komunitas dari Suriah dan negara Timur Tengah lainnya.
🇬🇧 Inggris
Inggris juga mencatat jumlah Muslim yang signifikan, yakni sekitar 4 juta jiwa.
Komunitas Muslim di Inggris berasal dari Asia Selatan seperti Pakistan dan Bangladesh, serta Timur Tengah dan Afrika.
🇧🇦 Bosnia dan Herzegovina
Berbeda dengan negara sebelumnya, Bosnia dan Herzegovina memiliki konsentrasi Muslim tertinggi secara persentase.
Lebih dari 50 persen penduduk Bosnia merupakan Muslim, menjadikannya negara dengan mayoritas Muslim di kawasan Balkan.
🇦🇱 Albania
Albania juga memiliki persentase Muslim yang tinggi, mencapai lebih dari 50 persen populasi nasional.
Islam di Albania telah berkembang sejak era Kekaisaran Ottoman dan tetap menjadi bagian penting identitas nasional.
Dinamika Demografi Eropa 2025
Secara keseluruhan, populasi Muslim di Eropa menunjukkan tren stabil dengan variasi besar antarnegara. Negara seperti Rusia, Prancis, dan Jerman unggul dalam jumlah absolut, sementara Bosnia dan Albania mencatat konsentrasi tertinggi secara persentase.
Perubahan demografi ini turut memengaruhi kebijakan sosial, integrasi, serta dinamika politik di berbagai negara Eropa pada 2025.
