Notification

×

Iklan

Iklan

Niatnya Main Perang Sarung, Berujung Ricuh! Tawuran Remaja Gegerkan Tarumajaya Saat Sahur

Februari 23, 2026 Last Updated 2026-02-22T23:00:55Z

 

Suasana dini hari menjelang sahur di wilayah Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mendadak mencekam. Aksi perang sarung yang awalnya dianggap permainan tradisional anak-anak berubah menjadi tawuran antarremaja.


Peristiwa tersebut terjadi di Jalan KH Ahmad Junaidi, Kampung Bogor, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (21/2/2026) dini hari, saat warga tengah bersiap menyambut sahur Ramadan.


Awalnya Perang Sarung, Situasi Memanas


Seorang warga berinisial I (32) mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari sekelompok remaja yang berkumpul untuk melakukan perang sarung. Namun, suasana perlahan berubah ricuh hingga berujung bentrokan fisik.


“Awalnya mau perang sarung. Tapi lama-lama ricuh, seperti tawuran. Saya lihat mereka saling serang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).


Warga sekitar sempat dikejutkan dengan teriakan dan suara gaduh di tengah malam. Situasi yang seharusnya khusyuk menjelang sahur berubah menjadi penuh ketegangan.


Diduga Ada yang Membawa Senjata Tajam


Menurut keterangan warga, dalam bentrokan tersebut diduga ada remaja yang membawa senjata tajam. Meski belum ada laporan resmi terkait korban, kejadian ini menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat.


“Kelihatannya ada yang bawa sajam. Warga jadi takut, apalagi ini sering kejadian kalau menjelang sahur,” kata I.


Aksi tawuran remaja saat Ramadan disebut bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Waktu tengah malam hingga menjelang sahur dinilai menjadi jam rawan berkumpulnya kelompok remaja dari dalam maupun luar lingkungan setempat.


Warga Minta Patroli Ditingkatkan


Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin selama bulan Ramadan guna mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.


“Kami sebagai warga merasa resah karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Harapannya patroli lebih sering dan ada perhatian bersama soal keamanan lingkungan,” ungkapnya.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan insiden tersebut. Masyarakat berharap Ramadan tahun ini tetap berlangsung aman, damai, dan jauh dari aksi tawuran yang meresahkan.