Notification

×

Iklan

Iklan

Parkir 3 Hari di RS Ananda Babelan Tembus Rp222 Ribu, Keluarga Pasien Syok!

Februari 26, 2026 Last Updated 2026-02-26T03:50:13Z


Keluhan soal tarif parkir kembali mencuat. Kali ini datang dari keluarga pasien di RS Ananda Babelan, Kabupaten Bekasi, yang mengaku harus membayar Rp222 ribu untuk parkir sepeda motor selama tiga hari.


Biaya tersebut dinilai tidak masuk akal, terlebih tidak ada pemberitahuan mengenai batas maksimal tarif harian.


Masuk Minggu, Keluar Rabu Bayar Rp222 Ribu


Syamsuri, salah satu keluarga pasien, menceritakan dirinya masuk ke RS Ananda Babelan pada Minggu (22/2/2026) untuk mendampingi anaknya yang menjalani rawat inap.


Selama tiga hari berada di rumah sakit, ia mengaku tidak pernah keluar area parkir. Namun saat hendak pulang pada Rabu (25/2/2026) siang, ia terkejut ketika diminta membayar Rp222 ribu.


“Saya kaget, uang nggak ada, jadi nggak bisa langsung keluar,” ujarnya.


Tarif Rp3 Ribu per Jam Tanpa Batas Maksimal


Diketahui, tarif parkir sepeda motor di RS Ananda Babelan sebesar Rp3.000 per jam. Sistem perhitungan berjalan terus tanpa adanya batas maksimal harian.


Jika dihitung akumulasi selama 72 jam lebih, nominalnya memang bisa menembus ratusan ribu rupiah.


Syamsuri membandingkan dengan rumah sakit lain di wilayah Tarumajaya yang menerapkan sistem batas maksimal parkir harian untuk sepeda motor, rata-rata sekitar Rp10 ribu per hari.


Manajemen Parkir Sebut Sesuai SOP


Perwakilan manajemen parkir RS Ananda Babelan, Rey, menyatakan bahwa tarif yang diberlakukan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.


Menurutnya, sistem parkir memang menggunakan hitungan per jam yang terus berjalan.


“Soal kebijakan itu dari manajemen, kami di lapangan hanya menjalankan sesuai aturan,” jelasnya.


Sorotan Soal Transparansi Tarif Parkir Rumah Sakit


Kasus ini memunculkan sorotan publik terkait transparansi dan kebijakan tarif parkir di fasilitas layanan kesehatan. Banyak pihak menilai rumah sakit seharusnya mempertimbangkan kondisi keluarga pasien yang harus mendampingi rawat inap dalam waktu lama.


Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari manajemen utama RS Ananda Babelan terkait kemungkinan evaluasi sistem tarif parkir tersebut.


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kejelasan informasi tarif dan kebijakan batas maksimal parkir, terutama di ruang publik seperti rumah sakit yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.