Notification

×

Iklan

Iklan

Ramadan 2026 Beda Tanggal? Ini Bocoran Awal Puasa Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Februari 13, 2026 Last Updated 2026-02-13T05:09:09Z

                               


Penentuan awal puasa Ramadan 2026 kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Sejumlah lembaga, mulai dari pemerintah hingga organisasi keagamaan dan lembaga riset, telah menyampaikan prakiraan masing-masing terkait 1 Ramadan 1447 Hijriah.


Perbedaan metode dalam menetapkan awal bulan Hijriah membuat tanggal awal puasa kerap dinanti publik setiap tahunnya. Ada yang menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan langsung), ada pula yang mengandalkan perhitungan astronomi (hisab). Lalu, kapan awal Ramadan 2026 versi pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN?

Berikut rangkuman lengkapnya.


Prakiraan 1 Ramadan 2026 Versi Pemerintah


Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 H melalui sidang isbat.

Berdasarkan informasi resmi, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Pada hari tersebut, pemantauan hilal dilakukan serentak di berbagai titik di Indonesia.


Proses sidang isbat diawali dengan pemaparan data hisab mengenai posisi hilal. Setelah itu, laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah akan dihimpun dan dibahas bersama para ahli dan perwakilan ormas Islam. Hasil sidang inilah yang menjadi dasar pengumuman resmi pemerintah mengenai 1 Ramadan 2026.


Prakiraan 1 Ramadan 2026 Versi NU


Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Ramadan dengan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab.

Melalui Lembaga Falakiyah NU, pengamatan hilal akan dilakukan di sejumlah lokasi strategis di Indonesia. Jika hilal teramati dan memenuhi kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan ditetapkan pada hari berikutnya.

Keputusan resmi biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dari berbagai daerah dikaji dan disahkan oleh otoritas terkait di lingkungan NU.


Prakiraan 1 Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah


Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid.

Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa:


1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026

1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026


Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan pada 18 Februari 2026.


Prakiraan 1 Ramadan 2026 Versi BRIN


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut memberikan analisis ilmiah terkait potensi awal Ramadan 2026.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat Magrib 17 Februari 2026, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin dirukyat.

Berdasarkan perhitungan tersebut, BRIN memprediksi 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026, terutama bagi pihak yang menjadikan rukyat sebagai dasar penetapan awal bulan.


Kenapa Awal Ramadan Bisa Berbeda?


Perbedaan prakiraan awal Ramadan bukan hal baru di Indonesia. Hal ini terjadi karena perbedaan metode penetapan kalender Hijriah, yakni:


Rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit)

Hisab (perhitungan astronomi)

Kombinasi hisab dan rukyat


Perbedaan ini telah menjadi bagian dari dinamika keislaman di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari masing-masing lembaga serta tetap saling menghormati dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan 2026.

Ramadan adalah momentum persatuan dan peningkatan ibadah. Apa pun tanggal yang ditetapkan, semangatnya tetap sama: menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan dan kebersamaan.