Notification

×

Iklan

Iklan

10 Hari Terakhir Ramadan Jangan Disia-siakan! Ini Amalan Iktikaf yang Dianjurkan

Maret 12, 2026 Last Updated 2026-03-11T23:42:52Z

 

Ibadah iktikaf menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan. Amalan ini dicontohkan langsung oleh Muhammad sebagai cara meningkatkan kedekatan spiritual dengan Allah menjelang berakhirnya bulan suci.


Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa iktikaf merupakan ibadah yang tidak hanya dianjurkan, tetapi juga rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad selama Ramadan.


Menurutnya, iktikaf menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk lebih fokus beribadah dan mengurangi perhatian terhadap urusan duniawi yang sering kali meningkat menjelang Hari Raya.


“Sesungguhnya sesuatu yang rutin dikerjakan Nabi tidak hanya dianjurkan, tetapi juga dipraktikkan. Salah satunya di bulan Ramadan adalah iktikaf,” ujar Adi Hidayat dalam sebuah ceramah yang dibagikan melalui kanal YouTube resminya.


Mengapa Iktikaf Dilakukan di 10 Hari Terakhir?


Adi Hidayat menyebut ada dua alasan utama mengapa iktikaf dianjurkan pada fase akhir Ramadan.


Pertama, pada periode ini biasanya perhatian sebagian orang mulai bergeser dari ibadah ke berbagai urusan dunia, seperti mempersiapkan mudik, belanja kebutuhan Lebaran, atau aktivitas lainnya.


Karena itu, Nabi memberikan contoh dengan memperbanyak ibadah dan “mengencangkan ikat pinggang”, yaitu meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.


Alasan kedua adalah karena kondisi iman umat Muslim biasanya sedang kuat selama Ramadan, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah.


Melalui iktikaf, seseorang diajak untuk benar-benar fokus mengenal dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sehingga rasa kedekatan itu dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan berakhir.


Amalan yang Dianjurkan Saat Iktikaf


Selama menjalankan iktikaf di masjid, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan agar waktu ibadah menjadi lebih maksimal.


1. Memperbanyak Salat


Amalan utama saat iktikaf adalah memperbanyak salat, baik salat wajib maupun salat sunnah. Salat dianggap sebagai sarana utama untuk membangun hubungan spiritual dengan Allah.


Adi Hidayat menjelaskan bahwa kata “salat” memiliki makna keterhubungan atau koneksi, sehingga ibadah ini menjadi cara mendekatkan diri kepada Tuhan.


2. Memperpanjang Sujud dan Berdoa


Saat sujud, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa dan mencurahkan berbagai persoalan hidup kepada Allah. Momen ini diyakini menjadi waktu yang sangat baik untuk memohon pertolongan dan ampunan.


3. Menyusun Program Ibadah


Agar iktikaf lebih terarah, umat Muslim disarankan membuat rencana ibadah selama berada di masjid. Misalnya dengan mengatur waktu untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan melakukan refleksi diri.


4. Mengurangi Gangguan Seperti Ponsel


Iktikaf bertujuan meningkatkan kekhusyukan ibadah. Karena itu, aktivitas yang berpotensi mengganggu fokus seperti penggunaan telepon genggam sebaiknya dibatasi.


5. Muhasabah atau Evaluasi Diri


Selain memperbanyak ibadah, iktikaf juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Seseorang dapat mengevaluasi perannya dalam kehidupan, baik sebagai anak, orang tua, pasangan, maupun dalam pekerjaan.


Adi Hidayat juga menekankan pentingnya memperbaiki hubungan dengan orang tua jika seseorang merasa kehidupannya dipenuhi kesulitan.


Iktikaf Tidak Harus Seharian


Menurut Adi Hidayat, iktikaf dapat dilakukan dalam dua bentuk. Pertama, iktikaf penuh yang dilakukan siang dan malam di masjid. Kedua, iktikaf sebagian waktu, misalnya hanya pada malam hari bagi orang yang tetap harus bekerja di siang hari.


Dengan demikian, umat Muslim tetap dapat menjalankan ibadah ini meski memiliki aktivitas sehari-hari.


Pada akhirnya, tujuan utama iktikaf adalah memperkuat hubungan dengan Allah agar setelah Ramadan selesai, seseorang dapat kembali menjalani kehidupan dengan semangat baru dan keimanan yang lebih kuat.