Notification

×

Iklan

Iklan

Banyak Orang Salah Kaprah! Ahli Keuangan Ingatkan Bahaya Menimbun Uang di Rekening

Maret 12, 2026 Last Updated 2026-03-12T01:35:18Z

 

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, istilah “cash is king” sering digunakan untuk menggambarkan kecenderungan masyarakat menyimpan uang tunai dalam jumlah besar. Banyak orang memilih menaruh dana di rekening bank atau aset likuid seperti dolar karena dianggap lebih aman saat kondisi ekonomi tidak stabil.


Namun, sejumlah ahli keuangan mengingatkan bahwa menimbun terlalu banyak uang di rekening justru bisa merugikan dalam jangka panjang. Nilai uang tunai berpotensi terus menurun akibat inflasi, sehingga daya beli dapat terkikis seiring waktu.


Perencana keuangan bersertifikat Jessica Goedtel menjelaskan bahwa rekening tabungan pada dasarnya tidak memiliki perlindungan transaksi sekuat kartu kredit.


Menurutnya, ketika terjadi pembobolan rekening atau kesalahan transaksi, proses pengembalian dana bisa lebih sulit dibandingkan transaksi menggunakan kartu kredit.


“Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit,” ujarnya dalam laporan yang dikutip dari CNBC.


Simpan Uang Secukupnya di Rekening


Pendapat serupa juga disampaikan oleh konselor perencanaan pensiun berizin Gregory Guenther. Ia menyarankan agar masyarakat tidak menyimpan terlalu banyak uang di rekening harian.


Menurutnya, saldo rekening sebaiknya cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin dalam jangka pendek, misalnya untuk membayar tagihan selama satu hingga dua minggu.


Jika saldo terlalu sedikit, seseorang bisa merasa cemas setiap kali melakukan transaksi. Namun jika terlalu banyak, uang tersebut justru kehilangan peluang untuk berkembang melalui instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.


“Titik yang tepat berbeda bagi setiap orang, tetapi saldo yang ideal adalah yang membuat Anda bisa bertransaksi tanpa harus terus-menerus memeriksa rekening,” jelasnya.


Rekening Bukan Pengganti Dana Darurat


Meski penting menjaga saldo yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, para ahli menekankan bahwa rekening biasa bukanlah tempat utama untuk menyimpan dana darurat.


Dana darurat memiliki fungsi berbeda, yaitu sebagai cadangan keuangan untuk menghadapi situasi tak terduga seperti biaya medis, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya.


Karena itu, perencana keuangan umumnya menyarankan agar setiap orang memiliki dana darurat senilai tiga hingga enam bulan pengeluaran bulanan.


Dana tersebut sebaiknya ditempatkan di rekening terpisah yang mudah diakses, misalnya rekening tabungan dengan bunga lebih tinggi. Dengan cara ini, uang tetap aman sekaligus siap digunakan kapan saja saat dibutuhkan.


Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dana, tetapi juga memastikan uang yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.