Situasi geopolitik global kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Menyikapi perkembangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan segera memberikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah Indonesia secara virtual, Senin (9/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya transparansi pemerintah kepada masyarakat terkait kondisi global yang berpotensi berdampak luas.
“Kita punya kekuatan yang besar, tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat. Saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” ujar Prabowo dalam siaran yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Konflik Timur Tengah Berpotensi Menyeret Negara Lain
Presiden Prabowo juga menyoroti situasi dunia yang saat ini dinilai semakin tidak stabil. Menurutnya, konflik antara negara-negara besar bisa saja menyeret negara lain ke dalam krisis yang lebih luas.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap dinamika global yang berkembang, terutama terkait konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.
“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” katanya.
Masyarakat Diminta Siap Menghadapi Dampak Global
Prabowo juga mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia perlu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dampak dari konflik global tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak akan menutup-nutupi tantangan yang mungkin muncul.
Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki keberanian untuk menghadapi berbagai kesulitan yang mungkin terjadi akibat ketidakpastian global.
“Kita tidak menutupi kesulitan dan tidak pura-pura tidak ada masalah. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan mencari solusi,” ujar Prabowo.
Dorong Kemandirian Energi dan Ketahanan Pangan
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya memperkuat kemandirian energi nasional. Ia berharap Indonesia ke depan tidak lagi terlalu bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu, yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan harus menjadi fondasi utama bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.
“Kekuatan dan kekayaan alam Indonesia sangat besar. Tugas kita adalah mengelola dan mengendalikannya dengan lebih baik agar bisa menjadi kekuatan bangsa,” tutupnya.
