Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Emas Ambruk Parah! Efek The Fed Bikin Investor Panik, Ini Penyebabnya

Maret 19, 2026 Last Updated 2026-03-19T16:07:23Z


Harga emas dunia mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 18 Maret 2026, setelah pengumuman kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Logam mulia ini tercatat jatuh tajam hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir.


Berdasarkan data Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 4.817,63 per troy ons atau merosot hingga 3,73% dalam sehari. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak awal Februari 2026, menandakan tekanan jual yang cukup besar di pasar global.


Namun, pada Kamis pagi (19/3/2026), harga emas mulai menunjukkan tanda pemulihan. Hingga pukul 06.24 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 4.832,52 per troy ons atau menguat tipis sekitar 0,31%.


Tekanan terhadap emas dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyoroti potensi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga energi. Kondisi ini dinilai akan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.


Dalam pertemuan terbaru, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Ini menjadi kali kedua berturut-turut suku bunga tidak mengalami perubahan, di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Kebijakan tersebut berdampak langsung pada penguatan dolar AS. Indeks dolar tercatat naik ke level 100,86 dari sebelumnya di kisaran 99. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam ini membuat harga emas semakin tertekan, karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan dolar AS.


Selain itu, pelaku pasar kini hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini, lebih rendah dibanding ekspektasi sebelumnya yang mencapai dua kali. Hal ini memperkuat sentimen bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.


Meski demikian, faktor geopolitik masih menjadi penopang harga emas. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel, berpotensi meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.


Situasi memanas setelah adanya serangan terhadap fasilitas energi, yang dipicu oleh ancaman balasan dari pejabat militer Iran, Amir Hatami, terkait insiden sebelumnya yang menewaskan Ali Larijani.


Dengan kombinasi tekanan dari kebijakan moneter dan ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. Investor pun diminta lebih waspada dalam mengambil keputusan di tengah dinamika pasar global ini.