Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital mengimbau seluruh operator telekomunikasi untuk menonaktifkan layanan internet dan data seluler selama perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 di Bali.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 12 Maret 2026 di Jakarta. Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh penyelenggara telekomunikasi, termasuk layanan data seluler, IPTV, serta lembaga penyiaran di wilayah Bali.
Dalam aturan tersebut, layanan internet melalui jaringan seluler dan siaran televisi berbasis IPTV diminta untuk dihentikan sementara selama 24 jam penuh. Penonaktifan dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Demi Menghormati Nyepi
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi, yang dikenal sebagai hari hening bagi umat Hindu di Bali. Pada hari tersebut, masyarakat menjalankan Catur Brata Penyepian, termasuk tidak bepergian, tidak bekerja, dan membatasi aktivitas, termasuk penggunaan teknologi.
Dengan mematikan layanan internet dan siaran, diharapkan suasana hening dan khusyuk dapat benar-benar terjaga di seluruh wilayah Bali.
Layanan Vital Tetap Berjalan
Meski layanan umum dihentikan, pemerintah tetap meminta operator menjaga kualitas jaringan di sejumlah lokasi vital. Di antaranya rumah sakit, kantor pemerintahan, bandara, pelabuhan, kantor PLN, hingga institusi keamanan seperti kepolisian dan militer.
Hal ini penting untuk memastikan layanan publik dan kondisi darurat tetap dapat ditangani tanpa hambatan selama Nyepi berlangsung.
Sosialisasi ke Masyarakat
Operator telekomunikasi juga diminta untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait penghentian sementara layanan ini. Sosialisasi dilakukan melalui SMS Blast yang dikirim secara bertahap pada 12, 16, 17, dan 18 Maret 2026.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat, termasuk wisatawan, dapat mempersiapkan diri sebelum layanan internet benar-benar dihentikan.
Kebijakan pemadaman internet saat Nyepi sendiri bukan hal baru di Bali. Setiap tahunnya, langkah ini diterapkan untuk menjaga kekhusyukan perayaan sekaligus menghormati kearifan lokal yang telah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat setempat.
