Notification

×

Iklan

Iklan

Internet RI Mau Ngebut! ADB Kucurkan Pinjaman Ratusan Juta Dolar untuk Perluas Fiber Optik

Maret 10, 2026 Last Updated 2026-03-10T03:57:24Z

 

Upaya meningkatkan kualitas koneksi internet di Indonesia mendapat dukungan dari lembaga internasional. Asian Development Bank (ADB) resmi memberikan pinjaman sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2,53 triliun kepada PT Link Net Tbk (Linknet) untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.


Pendanaan ini ditujukan untuk memperluas jaringan broadband berbasis fiber optik serta meningkatkan kualitas layanan internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.


Dukung Perluasan Internet Fiber Optik


Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital di Indonesia.


Menurutnya, pembiayaan tersebut akan membantu Linknet memperluas jaringan fiber-to-the-home (FTTH), yaitu teknologi yang menghadirkan koneksi internet cepat langsung ke rumah-rumah melalui kabel fiber optik.


“Kesepakatan penting ini memperkuat peran ADB sebagai mitra tepercaya dalam agenda pengembangan digital Indonesia,” ujar Bobur dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).


Melalui proyek ini, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh akses digital yang lebih cepat dan stabil.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital


ADB juga menilai penguatan infrastruktur internet sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Lembaga tersebut memperkirakan nilai ekonomi digital nasional dapat mencapai US$366 miliar pada tahun 2030.


Investasi ini juga akan mendukung pengembangan model grosir akses terbuka dalam layanan broadband. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan internet sekaligus memperluas akses bagi berbagai sektor, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Dengan koneksi internet yang lebih baik, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.


Industri Broadband RI Masih Tertinggal


Meskipun industri broadband seluler di Indonesia terus berkembang sejak 2015, ADB menilai akses dan adopsi internet fiber optik masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.


Tantangan utama yang dihadapi antara lain terkait infrastruktur, harga layanan, serta proses perizinan yang dinilai masih cukup kompleks.


Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia saat ini tengah menyusun berbagai kebijakan sektoral guna menyederhanakan proses perizinan dan menstandarkan struktur biaya.


Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat di industri broadband fiber optik sekaligus mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.


Selain itu, ADB juga menyebut proyek ini akan mendukung komitmen iklim Indonesia, karena pengembangan jaringan fiber optik menggunakan teknologi yang lebih hemat energi dibandingkan infrastruktur digital konvensional.