Notification

×

Iklan

Iklan

Iran Bergejolak! Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS-Israel, Dunia Tahan Napas

Maret 01, 2026 Last Updated 2026-03-01T10:54:12Z

 

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/02) dini hari waktu Teheran. Pengumuman resmi disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran yang menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur nasional.


Saluran berita IRINN menayangkan foto-foto Khamenei dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an serta pita hitam sebagai simbol duka. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) dalam pernyataannya menyebut Khamenei wafat di kantornya saat sedang menjalankan tugas negara.


Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, Khamenei disebut sebagai “martir” dan kematiannya dianggap sebagai awal dari kebangkitan perjuangan melawan pihak yang mereka sebut sebagai penindas.


Korban Jiwa dan Pejabat Tinggi yang Gugur


Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban. Selain itu, beberapa pejabat tinggi militer juga dikabarkan tewas.


Di antaranya adalah Panglima Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Mohammad Pakpour, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani.


Kantor berita resmi IRNA menyebut total korban meninggal akibat serangan mencapai 201 orang, dengan 747 lainnya luka-luka. Sebanyak 24 dari 31 provinsi Iran dilaporkan terdampak.


Serangan juga menghantam fasilitas militer di Kermanshah, Qom, Isfahan, Tabriz, dan Karaj. Bahkan sebuah sekolah dasar di Minab dilaporkan terkena serangan, meski jumlah korban belum dapat diverifikasi secara independen.




Trump Klaim Operasi Besar-besaran


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan “operasi tempur besar-besaran” terhadap Iran. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa Khamenei telah tewas dan menyebutnya sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah”.


Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia menyebut Operasi Midnight Hammer menargetkan fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.


Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan operasi dilakukan bersama AS untuk “menyingkirkan rezim teroris di Iran”.


Dampak Regional: Serangan Balasan dan Ketegangan Global


Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Irak, serta laporan ledakan di Uni Emirat Arab dan Kuwait.


Laporan juga menyebutkan potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Jika benar ditutup, dampaknya terhadap harga energi global bisa sangat signifikan.


Wilayah udara Iran ditutup sejak serangan berlangsung, sementara sejumlah negara di kawasan meningkatkan sistem pertahanan udara mereka.


Proses Suksesi dan Ketidakpastian Politik


Menurut konstitusi Iran, pengganti Pemimpin Tertinggi akan dipilih oleh Majelis Ahli Kepemimpinan yang terdiri dari 88 ulama. Namun di tengah situasi keamanan yang genting, proses penghimpunan anggota majelis dinilai tidak mudah.


Untuk sementara, tugas-tugas kenegaraan biasanya diambil alih oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, dan seorang ulama anggota Dewan Garda.


Situasi ini menambah ketidakpastian politik di Iran, terutama di tengah konflik bersenjata dan ketegangan regional yang terus meningkat.


Respons Indonesia


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer di Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog jika kedua pihak sepakat.


Indonesia juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak untuk tetap tenang, waspada, dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.


Timur Tengah di Titik Kritis


Kematian Ayatollah Ali Khamenei—jika sepenuhnya terkonfirmasi—menjadi titik balik besar dalam sejarah politik Iran dan kawasan Timur Tengah. Dengan serangan balasan yang terus berlangsung dan ancaman gangguan pasokan energi global, dunia kini menahan napas menunggu langkah berikutnya dari Teheran, Washington, dan Tel Aviv.


Eskalasi ini berpotensi mengubah peta geopolitik kawasan secara drastis dalam waktu dekat.