Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Langsung Nyalakan Rokok Saat Buka Puasa! Ini Risiko Kesehatan yang Jarang Disadari

Maret 06, 2026 Last Updated 2026-03-06T15:28:26Z



Kebiasaan langsung merokok saat berbuka puasa masih sering dilakukan sebagian orang setelah seharian menahan diri. Padahal, kebiasaan tersebut ternyata dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, terutama karena kondisi tubuh masih dalam keadaan perut kosong.


Melalui edukasi yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat, masyarakat diingatkan untuk tidak langsung merokok saat berbuka. Setelah berpuasa sepanjang hari, tubuh berada dalam kondisi lebih sensitif terhadap zat berbahaya yang terkandung dalam rokok.


Racun Rokok Lebih Cepat Masuk ke Tubuh


Saat perut kosong, tubuh belum mendapatkan asupan nutrisi dari makanan atau minuman. Jika seseorang langsung merokok ketika berbuka, maka zat beracun dari rokok menjadi zat pertama yang masuk ke dalam tubuh.


Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap dampak negatif dari kandungan berbahaya dalam rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida.


Karena tidak ada makanan yang lebih dulu diproses tubuh, paparan racun tersebut dapat bekerja lebih cepat dan memberikan efek yang lebih kuat.


Nikotin Bisa Picu Mual dan Sakit Kepala


Salah satu kandungan utama dalam rokok adalah nikotin, zat yang dapat memengaruhi sistem saraf dan otak. Jika nikotin masuk ke tubuh secara cepat dalam kondisi perut kosong, efeknya bisa lebih terasa.


Beberapa orang dapat mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga sakit kepala setelah merokok saat berbuka puasa. Kondisi ini terjadi karena tubuh belum siap menerima zat tersebut setelah berpuasa seharian.


Karbon Monoksida Kurangi Pasokan Oksigen


Bahaya lain datang dari karbon monoksida, gas beracun yang terdapat dalam asap rokok. Gas ini memiliki kemampuan mengikat hemoglobin dalam darah hingga sekitar 300 kali lebih kuat dibandingkan oksigen.


Jika karbon monoksida mendominasi aliran darah, maka kemampuan tubuh untuk membawa oksigen akan berkurang. Akibatnya, organ-organ tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.


Bisa Memicu Iritasi Saluran Pernapasan


Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini sering memicu batuk atau rasa tidak nyaman di tenggorokan, terutama ketika tubuh baru saja selesai berpuasa.


Karena itu, para ahli kesehatan menyarankan agar perokok tidak langsung merokok saat berbuka puasa.


Disarankan Makan dan Minum Terlebih Dahulu


Untuk menjaga kesehatan selama Ramadan, sebaiknya berbuka puasa dimulai dengan minum air putih dan mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu agar tubuh kembali mendapatkan energi.


Setelah kondisi tubuh lebih stabil dan sudah mendapatkan asupan nutrisi, barulah aktivitas lain dapat dilakukan. Dengan cara ini, risiko dampak buruk dari kebiasaan merokok saat berbuka dapat dikurangi.


Menahan diri untuk tidak langsung merokok juga bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga kesehatan sekaligus menjalani ibadah puasa dengan lebih baik.