Terminal Terpadu Pulogebang di Jakarta Timur menyediakan fasilitas penginapan murah bagi penumpang bus yang membutuhkan tempat istirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan. Fasilitas ini menjadi solusi bagi para penumpang yang tiba larut malam atau harus menunggu jadwal bus pada pagi hari.
Penginapan transit tersebut hanya dapat digunakan oleh penumpang yang sudah memiliki tiket bus. Hal ini dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh penumpang yang sedang melakukan perjalanan, bukan untuk umum.
Komandan Regu Terminal Pulogebang, Daryanto, menjelaskan bahwa penginapan ini memang disiapkan sebagai tempat istirahat sementara bagi penumpang yang sedang transit.
“Penginapan di Pulogebang sifatnya hanya sementara. Penumpang yang sudah memiliki tiket bus bisa beristirahat di sini sambil menunggu keberangkatan,” ujar Daryanto saat ditemui di lokasi, Jumat (6/3/2026).
Biaya yang dikenakan juga sangat terjangkau. Penumpang hanya perlu membayar Rp15.000 per malam untuk menggunakan kamar, sementara penggunaan kamar mandi dikenakan tambahan Rp5.000.
Menurut Daryanto, fasilitas ini cukup sering dimanfaatkan oleh penumpang, terutama mereka yang datang ke terminal pada malam hari dan harus menunggu keberangkatan bus pada pagi hari.
“Banyak penumpang datang kemalaman, lalu menunggu bus pagi. Mereka biasanya memanfaatkan penginapan ini untuk beristirahat,” jelasnya.
Penginapan transit tersebut dikelola langsung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Di area terminal juga terpampang banner bertuliskan “Penginapan Transit Rp15.000 per Malam” yang berada di dekat pintu kedatangan untuk memudahkan penumpang mengetahui fasilitas ini.
Lokasi penginapan berada di lantai tiga gedung istirahat sopir yang tidak jauh dari area kedatangan bus. Petugas Dishub terlihat berjaga di sekitar area untuk memastikan keamanan serta kenyamanan para penumpang yang menginap.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa kamar terlihat terkunci karena sedang digunakan penumpang untuk beristirahat, sementara beberapa kamar lainnya masih tersedia.
Fasilitas kamar juga cukup memadai untuk tempat istirahat singkat. Di kamar laki-laki tersedia kasur matras tanpa bantal, sedangkan kamar perempuan dilengkapi dipan dan bantal. Setiap kamar juga memiliki stop kontak yang bisa digunakan penumpang untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Meski sederhana, kasur yang tersedia dinilai cukup nyaman untuk beristirahat. Area lorong dan kamar mandi juga dibuat terpisah untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan para pengguna penginapan transit tersebut.
Keberadaan penginapan murah ini menjadi alternatif bagi penumpang bus yang membutuhkan tempat istirahat dengan biaya sangat terjangkau di tengah aktivitas terminal yang padat.
