Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Kumpulkan Ulama di Istana, Sinyal Indonesia Keluar dari Board of Peace?

Maret 05, 2026 Last Updated 2026-03-05T05:11:24Z


Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ulama untuk berbuka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini bukan sekadar agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga forum diskusi strategis terkait konflik Timur Tengah dan posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP).


Menteri Agama Nasaruddin Umar membenarkan undangan tersebut. Ia menyebut para tokoh agama, pimpinan ormas Islam, serta pengasuh pondok pesantren hadir sesuai kapasitas ruangan yang tersedia.


“Presiden mengundang tokoh-tokoh agama ulama untuk buka puasa sore ini,” ujar Nasaruddin.


Bahas Konflik Timur Tengah Pasca Serangan AS-Israel


Pertemuan ini digelar di tengah memanasnya situasi geopolitik, terutama setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.


Eskalasi tersebut memicu serangan balasan Iran ke sejumlah titik strategis di kawasan Teluk. Kondisi ini dinilai berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas global.


Sebelumnya, pada Selasa (3/3/2026), Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan tertutup di Istana Merdeka dengan para mantan presiden, mantan wakil presiden, ketua umum partai politik, hingga mantan menteri luar negeri. Forum yang berlangsung hampir empat jam itu membahas perkembangan geopolitik global dan sikap strategis Indonesia.


Desakan MUI Keluar dari Board of Peace


Di tengah dinamika tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendesak pemerintah untuk mencabut keanggotaan Indonesia dari Board of Peace (BoP).


MUI menilai peran Amerika Serikat dalam BoP menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas forum tersebut dalam mewujudkan perdamaian yang adil bagi Palestina. Dalam pernyataan tertulisnya, MUI menyebut BoP tidak efektif dalam memperjuangkan kemerdekaan sejati Palestina.


Selain itu, MUI mengutuk serangan Israel yang didukung AS karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


Sikap Indonesia Dinanti


MUI juga menyatakan bahwa serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer di kawasan Teluk dipandang sebagai bentuk respons yang dilindungi hukum internasional. Namun, mereka mengingatkan agar semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi lebih luas.


Pertemuan Prabowo dengan para ulama dinilai menjadi momentum penting untuk merumuskan sikap resmi Indonesia. Apakah Indonesia akan tetap bertahan di Board of Peace atau mengambil langkah baru di tengah konflik Timur Tengah?


Keputusan pemerintah dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan menjadi sorotan, baik di dalam negeri maupun di panggung diplomasi internasional.