Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Jemaah Umrah RI Terancam Tertahan di Arab Saudi, Ini Penyebabnya

Maret 11, 2026 Last Updated 2026-03-11T09:36:03Z


Lebih dari 50 ribu jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.115 jemaah berpotensi tertahan akibat dampak konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah.


Hal itu disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).


Menurut Gus Irfan, potensi tertahannya jemaah umrah Indonesia berkaitan dengan penutupan sejumlah ruang udara di kawasan Timur Tengah. Penutupan ini terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.


“Beberapa negara di kawasan tersebut telah menutup ruang udara, khususnya pada jalur penerbangan yang selama ini menjadi lintasan utama menuju kawasan Teluk,” kata Gus Irfan dalam rapat tersebut.


Jalur Penerbangan Terganggu


Penutupan ruang udara ini berdampak langsung pada penerbangan internasional, terutama penerbangan yang menggunakan skema transit melalui negara-negara di Timur Tengah. Akibatnya, sejumlah jadwal penerbangan mengalami gangguan hingga penundaan.


Gus Irfan menjelaskan bahwa jemaah umrah yang menggunakan penerbangan transit menjadi kelompok yang paling berisiko terdampak situasi tersebut.


Jika eskalasi konflik terus meningkat, kondisi ini juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dijadwalkan mulai memasuki tahap keberangkatan jemaah pada 22 April 2026.


Data Jemaah Umrah RI di Arab Saudi


Berdasarkan data yang diterima Kementerian Haji dan Umrah per 11 Maret 2026, tercatat masih ada 50.374 jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi.


Dari jumlah tersebut, sekitar 14.115 jemaah berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan atau tertahan jika kondisi penerbangan belum kembali normal.


Selain itu, tercatat terdapat 1.239 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menangani jemaah tersebut. Pemerintah telah memanggil seluruh PPIU terkait untuk melakukan koordinasi dan memastikan penanganan terhadap jemaah berjalan baik.


Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan berupaya melakukan langkah antisipasi agar keselamatan serta kepulangan jemaah Indonesia tetap terjamin.