Kebiasaan “balas dendam” tidur saat Ramadan, terutama ketika libur, ternyata tidak selalu baik untuk kesehatan. Seorang perawat bernama Rizal melalui akun X @afrkml mengingatkan agar masyarakat tetap mengontrol total durasi tidur dan tidak melebihi 9 jam dalam sehari.
Menurutnya, perubahan pola tidur selama Ramadan memang wajar. Aktivitas sahur dan ibadah malam membuat waktu istirahat bergeser. Namun, menambah jam tidur secara berlebihan justru berisiko bagi tubuh.
“Boleh saja mengganti waktu tidur yang kurang, tapi jangan sampai totalnya lebih dari 9 jam sehari,” tulisnya.
Tidur Terlalu Lama Sama Berbahayanya dengan Kurang Tidur
Rizal menjelaskan bahwa baik kurang tidur maupun tidur berlebihan sama-sama bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan durasi tidur yang tidak ideal berkaitan dengan peningkatan risiko:
- Gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)
- Masalah metabolik
- Penurunan kualitas hidup
Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup, tetapi tetap dalam batas wajar. Jika berlebihan, ritme biologis bisa terganggu dan memicu masalah kesehatan jangka panjang.
Contoh Pola Tidur yang Disarankan Saat Puasa
Misalnya, seseorang tidur 4 jam pada malam hari, lalu bangun untuk sahur dan salat Subuh. Jika ingin kembali tidur di pagi hari, tambahan waktu tidur sebaiknya tidak lebih dari 5 jam.
Dengan begitu, total durasi tidur tetap berada dalam batas aman, yakni maksimal 9 jam per hari.
Pola tidur terpisah atau split sleep selama Ramadan masih tergolong normal. Pergeseran jadwal tidur memang tidak terhindarkan karena rutinitas ibadah. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan total waktu istirahat.
Jangan Habiskan Waktu Libur Hanya untuk Tidur
Selain mengatur durasi tidur, Rizal juga menyarankan agar waktu luang tidak hanya dihabiskan untuk beristirahat. Aktivitas ringan justru bisa membantu tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan:
- Olahraga ringan hingga sedang menjelang berbuka
- Olahraga intensitas lebih berat sekitar satu jam setelah berbuka, saat tubuh sudah terhidrasi dan mendapat asupan energi
Menjaga pola tidur yang seimbang dan tetap aktif bergerak dapat membantu tubuh beradaptasi selama Ramadan tanpa mengorbankan kesehatan.
Intinya: Cukup, Bukan Berlebihan
Ramadan memang mengubah rutinitas harian, termasuk jam tidur. Namun, kunci utamanya adalah keseimbangan. Total waktu tidur yang ideal—tidak kurang dan tidak lebih dari 9 jam—dapat membantu menjaga stamina dan kesehatan jantung serta metabolisme.
Jadi, kalau ingin “balas dendam” tidur saat puasa, pastikan tetap dalam batas aman ya!
