Pemerintah Indonesia resmi memulai proses evakuasi bertahap terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas perkembangan situasi keamanan terbaru di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran melalui pernyataan resmi tertanggal 4 Maret 2026 yang ditujukan kepada seluruh WNI di wilayah Iran.
“Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menyelenggarakan evakuasi bertahap bagi WNI yang berada di wilayah Iran,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
WNI Diminta Segera Koordinasi
Dalam keterangannya, KBRI meminta seluruh WNI agar segera melakukan kontak dan koordinasi dengan perwakilan RI setempat. Hal ini penting untuk memperoleh informasi teknis terkait jadwal keberangkatan, mekanisme evakuasi, hingga titik kumpul yang telah ditentukan.
Seluruh proses akan dikoordinasikan secara intensif melalui jalur komunikasi resmi yang telah dibentuk bagi komunitas WNI di Iran. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperlancar proses pendataan serta memastikan keselamatan seluruh warga.
Layanan Konsuler Tetap Berjalan Normal
Meski proses evakuasi tengah dipersiapkan, KBRI menegaskan bahwa operasional kantor perwakilan tetap berjalan normal. Pelayanan kekonsuleran dan perlindungan terhadap WNI tetap menjadi prioritas utama.
“KBRI Tehran tetap beroperasi dengan normal untuk memberikan pelayanan kekonsuleran dan perlindungan bagi seluruh WNI,” tegas pihak perwakilan.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara yang berada di luar negeri, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Imbauan Tetap Tenang dan Waspada
KBRI juga mengimbau agar seluruh WNI tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah. Komunikasi antar sesama WNI di Iran diminta untuk terus dijaga demi kelancaran proses evakuasi bertahap ini.
Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan bantuan segera, KBRI Tehran membuka hotline darurat di nomor +98 902 466 8889.
Evakuasi ini menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemerintah Indonesia dalam merespons dinamika keamanan global, sekaligus memastikan keselamatan warganya tetap menjadi prioritas utama.
