Pemerintah mulai memperkuat kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memetakan ribuan titik rawan di jaringan jalan nasional yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemetaan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kementerian Pekerjaan Umum telah memetakan berbagai titik rawan pada jaringan jalan nasional untuk memastikan kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat,” ujar Dody dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rabu (11/3/2026).
Ribuan Titik Rawan Ditemukan di Jalur Nasional
Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat berbagai potensi gangguan perjalanan yang perlu diantisipasi sejak dini.
Pemerintah mencatat sedikitnya:
- 591 titik rawan banjir
- 1.277 titik rawan longsor
- 15 titik rawan rob
- 249 titik rawan kemacetan
- 187 titik rawan kecelakaan
Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang menjadi jalur utama perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.
1.461 Unit Tanggap Bencana Disiagakan
Untuk mengantisipasi potensi gangguan di lapangan, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit yang dapat segera dimobilisasi jika terjadi bencana atau kerusakan infrastruktur.
Unit tersebut terdiri dari berbagai peralatan dan tim teknis yang bertugas menangani situasi darurat seperti banjir, longsor, maupun kerusakan jalan.
“Unit tanggap bencana ini dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk membantu penanganan di lapangan,” jelas Dody.
Ratusan Posko Mudik Juga Disiapkan
Selain unit tanggap darurat, pemerintah juga menyiagakan 496 posko mudik gabungan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Posko tersebut akan beroperasi mulai H-10 hingga H+10 Lebaran dan berfungsi untuk memantau kondisi jalan serta merespons potensi bencana hidrometeorologi.
Di dalam posko tersebut akan ditempatkan berbagai unit teknis yang bertugas memastikan infrastruktur jalan tetap aman dilalui masyarakat selama periode mudik.
Antisipasi Demi Mudik Aman dan Lancar
Menurut Dody, kesiapan personel serta peralatan di titik-titik rawan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan pemudik.
Dengan pemetaan risiko dan kesiapan logistik yang matang, pemerintah berharap potensi gangguan perjalanan dapat ditekan sedini mungkin.
“Kami berharap seluruh upaya ini dapat membuat perjalanan mudik masyarakat lebih aman dan lancar,” pungkasnya.
