Pemerintah memastikan seluruh jamaah haji Indonesia tahun 2026 telah mengantongi visa untuk berangkat ke Tanah Suci. Namun, masih terdapat 325 visa petugas haji yang hingga kini belum terbit karena kendala teknis dalam proses administrasi.
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan hal besar, melainkan terkait proses input data yang masih dalam tahap verifikasi.
Dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, ia menegaskan bahwa seluruh jamaah sudah siap berangkat. Sementara itu, visa petugas yang belum terbit akan segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah melakukan pengecekan dan investigasi terhadap kendala yang muncul. Kemungkinan besar, terdapat ketidaksesuaian data yang perlu diperbaiki sebelum visa dapat diterbitkan.
Meski demikian, pemerintah optimistis seluruh petugas haji tetap bisa berangkat sesuai jadwal. Upaya percepatan terus dilakukan agar tidak mengganggu jalannya operasional ibadah haji secara keseluruhan.
Di sisi lain, berbagai persiapan untuk jamaah haji Indonesia 2026 disebut telah rampung. Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan telah disiapkan secara menyeluruh.
Untuk akomodasi di Makkah, pemerintah menyediakan 177 hotel yang tersebar di berbagai kawasan strategis seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Sementara di Madinah, tersedia 100 hotel yang seluruhnya berada di kawasan Markaziyah, sehingga jamaah dapat dengan mudah menjangkau Masjid Nabawi tanpa perlu kendaraan.
Dari sisi konsumsi, pemerintah menyiapkan puluhan dapur untuk memenuhi kebutuhan makan jamaah. Tercatat ada 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah yang akan beroperasi selama musim haji.
Layanan transportasi juga telah dipastikan siap, termasuk bus antar kota yang menghubungkan rute penting seperti Madinah–Makkah dan Jeddah–Makkah. Selain itu, bus Shalawat akan beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jamaah menuju Masjidil Haram.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bus khusus Masyair untuk mendukung mobilitas jamaah saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dari sektor kesehatan, fasilitas medis juga disiapkan secara maksimal. Sebanyak 40 klinik tersedia di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Selain itu, setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi oleh satu dokter dan satu tenaga kesehatan guna memastikan kondisi jamaah tetap terpantau.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kendala visa petugas haji ini tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah haji 2026 secara keseluruhan.
