Selama ini vaksin HPV lebih sering dikaitkan dengan perlindungan kesehatan perempuan, terutama dalam pencegahan kanker serviks. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin ini juga memiliki manfaat besar bagi laki-laki, khususnya dalam menurunkan risiko kanker yang berkaitan dengan infeksi HPV.
Temuan ini semakin memperkuat pentingnya vaksinasi HPV untuk semua gender sejak usia remaja. Vaksin tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan individu, tetapi juga menjadi langkah besar dalam pencegahan kanker jangka panjang.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology dan dikutip dari Medscape pada 13 April 2026 mengungkapkan bahwa vaksin HPV mampu menurunkan risiko kanker terkait HPV pada pria muda secara signifikan.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari satu juta anak laki-laki dan pria muda di Amerika Serikat. Para peneliti menganalisis data dari 510.260 peserta yang telah menerima vaksin HPV dan membandingkannya dengan jumlah peserta yang sama yang belum divaksin.
Rentang usia peserta berada antara 9 hingga 26 tahun, dengan masa pemantauan mencapai 10 tahun. Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan adanya perbedaan nyata dalam risiko kanker antara kelompok yang menerima vaksin dan yang tidak.
Salah satu temuan paling menonjol adalah penurunan kasus kanker kepala dan leher yang berkaitan dengan HPV. Dalam kelompok yang telah divaksin, tercatat 40 kasus kanker, sedangkan pada kelompok yang tidak menerima vaksin ditemukan 64 kasus.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa manfaat vaksin HPV dapat terlihat bahkan dalam waktu yang relatif singkat setelah vaksinasi dilakukan.
Ahli onkologi Glenn J. Hanna menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun setelah vaksinasi, penurunan kanker terkait HPV sudah mulai terlihat secara nyata. Hal ini menunjukkan efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit serius sejak dini.
HPV atau human papillomavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks, kanker anus, kanker penis, hingga kanker kepala dan leher.
Vaksin HPV bekerja dengan cara mencegah infeksi virus tersebut sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius. Dengan mencegah infeksi sejak awal, risiko munculnya kanker di masa depan dapat ditekan secara signifikan.
Menurut Hanna, kekuatan utama vaksin ini terletak pada kemampuannya mencegah infeksi HPV, yang kemudian berdampak langsung pada berkurangnya berbagai jenis kanker.
Meski manfaatnya sudah semakin jelas, tingkat vaksinasi HPV pada laki-laki masih tergolong rendah di berbagai negara. Data menunjukkan hanya sekitar 15 persen anak laki-laki dan pria yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin HPV.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan perempuan, karena selama ini program vaksinasi HPV memang lebih fokus pada pencegahan kanker serviks pada wanita.
Dokter anak asal Jepang, Taito Kitano, yang memimpin penelitian tersebut, menegaskan bahwa vaksinasi HPV pada laki-laki masih jauh lebih jarang dilakukan, padahal manfaatnya sangat besar.
Ia menekankan bahwa vaksin HPV sebaiknya diberikan kepada semua anak dan remaja tanpa memandang jenis kelamin. Hal ini penting karena HPV bukan hanya mengancam perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai kanker serius pada laki-laki.
Menurut Kitano, setiap anak, remaja, maupun dewasa muda memiliki kesempatan untuk mencegah kanker melalui vaksinasi HPV. Edukasi yang tepat menjadi langkah penting agar masyarakat memahami manfaat perlindungan ini.
Peneliti juga menyebut bahwa kanker terkait HPV biasanya berkembang dalam jangka waktu panjang. Karena itu, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk melihat manfaat vaksin dalam periode yang lebih panjang.
Meski demikian, hasil awal ini sudah cukup kuat untuk menunjukkan bahwa vaksin HPV memiliki potensi besar sebagai langkah pencegahan kanker sejak usia muda.
Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Semakin luas cakupan vaksinasi HPV, semakin besar pula peluang menekan angka kanker terkait HPV di masa depan. Karena itu, vaksin HPV seharusnya tidak lagi dipandang hanya sebagai perlindungan untuk perempuan, tetapi sebagai investasi kesehatan penting bagi semua orang. (Rhz2797)
