Radiasi ponsel kerap menjadi topik yang memicu kekhawatiran masyarakat. Banyak yang percaya penggunaan HP dalam jangka panjang dapat memicu kanker hingga penyakit jantung. Namun, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Para ahli menjelaskan bahwa ponsel memang memancarkan radiasi, tetapi jenis radiasi yang dihasilkan bukan termasuk kategori berbahaya seperti yang kerap dibayangkan banyak orang. Radiasi dari ponsel berupa frekuensi radio atau radiofrequency radiation, yakni radiasi berenergi rendah yang juga dipancarkan oleh perangkat elektronik lain seperti Wi-Fi, televisi, hingga microwave.
Berbeda dengan radiasi ionisasi yang dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker, radiasi ponsel tidak memiliki energi sebesar itu. Karena itulah, dampaknya terhadap tubuh manusia dinilai jauh lebih rendah.
Sejumlah studi besar telah meneliti kemungkinan hubungan antara penggunaan ponsel dan kanker otak. Salah satu penelitian berskala luas yang melibatkan hampir 5.000 peserta menemukan tidak ada kaitan signifikan antara penggunaan ponsel dengan peningkatan risiko kanker otak, termasuk pada pengguna jangka panjang.
Selain kanker, radiasi ponsel juga sempat dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun hingga kini, para peneliti menyebut belum ada bukti medis yang menunjukkan hubungan langsung antara paparan radiasi HP dan gangguan kardiovaskular.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan ponsel berlebihan tetap dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Risiko utama justru berasal dari kebiasaan penggunaan, seperti terlalu lama menatap layar, posisi tubuh yang buruk saat bermain HP, serta gangguan kesehatan mental akibat penggunaan berlebihan.
Paparan layar dalam waktu lama diketahui dapat memicu kelelahan mata, nyeri leher, gangguan postur, hingga menambah tingkat stres dan kecemasan pada sebagian pengguna.
Bagi yang tetap ingin mengurangi paparan radiasi, langkah sederhana seperti menggunakan speaker saat menelepon, memakai earphone, serta tidak menempelkan ponsel terlalu lama ke tubuh dapat menjadi pilihan.
Dengan demikian, fokus utama seharusnya bukan pada ketakutan berlebih terhadap radiasi ponsel, melainkan pada bagaimana menggunakan perangkat tersebut secara sehat dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.(Rhz2797)
