Notification

×

Iklan

Iklan

Dedi Mulyadi Beri Santunan Besar untuk Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Korban Dapat Rp50 Juta

April 29, 2026 Last Updated 2026-04-29T07:37:24Z

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan santunan kepada para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia maupun para korban luka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.


Dedi menyampaikan bahwa setiap keluarga korban meninggal akan menerima santunan sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga yang sedang berduka akibat tragedi tersebut.


Ia menegaskan bahwa santunan itu telah diserahkan sesuai dengan janji yang sebelumnya disampaikan saat meninjau langsung kondisi para korban.


Selain untuk korban meninggal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan kepada korban luka yang masih dirawat. Masing-masing pasien mendapatkan santunan sebesar Rp10 juta.


Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi para korban, terutama karena banyak dari mereka sementara waktu tidak dapat bekerja atau menjalankan aktivitas sehari-hari akibat harus menjalani pengobatan intensif.


Dedi menjelaskan bahwa seluruh pasien yang masih dirawat di berbagai rumah sakit di Kota Bekasi akan menerima bantuan tersebut tanpa terkecuali.


Saat mengunjungi RSUD Kota Bekasi, Dedi juga menerima sejumlah keluhan terkait fasilitas rumah sakit yang dinilai perlu segera diperbaiki.


Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi lift rumah sakit yang mulai bermasalah, serta beberapa ruangan pelayanan yang dinilai perlu dioptimalkan agar pelayanan kepada pasien lebih maksimal.


Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji memberikan stimulus anggaran sebesar Rp20 miliar kepada rumah sakit yang menangani korban kecelakaan tersebut.


Dana itu akan digunakan untuk penyempurnaan fasilitas rumah sakit sekaligus membantu menutup kekurangan biaya pelayanan pasien apabila terdapat kendala pembayaran.


Menurut Dedi, bantuan tersebut juga menjadi bentuk dukungan jangka panjang agar kualitas layanan kesehatan di rumah sakit semakin baik setelah insiden besar ini.


Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menambahkan bahwa Gubernur Jawa Barat juga akan memberikan bantuan tambahan untuk rumah sakit tipe D milik Pemerintah Kota Bekasi.


Bantuan sebesar Rp15 miliar itu akan difokuskan untuk pengadaan alat kesehatan dan peningkatan fasilitas penunjang medis agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal.


Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur sendiri menjadi salah satu tragedi transportasi paling besar di tahun 2026. Insiden tersebut menewaskan belasan orang dan menyebabkan puluhan korban lainnya mengalami luka serius. (Rhz2797)