Notification

×

Iklan

Iklan

Diam-Diam Bertindak! Iran Bekukan Aset Ratusan Orang yang Dituding Dukung Musuh

April 05, 2026 Last Updated 2026-04-05T12:20:14Z


Pemerintah Iran kembali mengambil langkah tegas dengan menyasar lebih dari 100 individu yang dituding memiliki keterkaitan dengan pihak yang dianggap sebagai musuh negara. Kebijakan ini mencakup penyitaan aset serta pembekuan rekening bank oleh otoritas setempat.


Langkah tersebut diumumkan oleh kantor kejaksaan di Teheran, yang menyebut bahwa tindakan ini ditujukan kepada mereka yang diduga mendukung negara seperti Amerika Serikat dan Israel. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.


Menurut laporan media Al Jazeera, individu yang menjadi target berasal dari berbagai latar belakang. Mereka mencakup kalangan publik figur seperti aktor, atlet, hingga jurnalis yang dinilai memiliki pengaruh di masyarakat.


Sementara itu, kantor berita Fars News Agency mengungkap bahwa beberapa media juga ikut terseret dalam kebijakan ini. Di antaranya adalah Iran International dan Manoto yang dikenal sebagai media oposisi terhadap pemerintah Iran.


Pemerintah Iran menuduh kedua media tersebut memiliki hubungan dengan Israel, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait tudingan tersebut. Hingga kini, identitas individu yang terkena sanksi juga belum dipublikasikan secara resmi.


Lebih lanjut, kejaksaan di Teheran dilaporkan menargetkan sedikitnya 63 manajer dan karyawan Iran International, serta 25 staf dari Manoto. Selain itu, sekitar 25 warga Iran yang tinggal di luar negeri turut masuk dalam daftar sasaran.


Individu yang berada di luar negeri disebut-sebut dituduh memberikan dukungan terhadap serangan musuh, terutama melalui aktivitas di dunia maya atau siber. Langkah ini menunjukkan semakin ketatnya pengawasan pemerintah Iran terhadap aktivitas digital yang dianggap berpotensi mengancam keamanan negara.


Kebijakan ini menuai perhatian internasional, mengingat melibatkan berbagai profesi serta media yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah. (Rhz2797)