Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan yang menyebut dirinya berada di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Ia dengan tegas membantah klaim yang menyebut dirinya mengucurkan dana hingga Rp5 miliar.
Tuduhan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh Rismon Hasiholan Sianipar, yang menyebut JK mendanai Roy Suryo dan pihak lainnya untuk mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi. Pernyataan ini pun langsung menuai sorotan publik.
Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026), JK menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas. Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang tidak benar.
“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” tegas JK di hadapan awak media.
Lebih lanjut, JK mengaku tidak pernah mengenal Rismon, apalagi melakukan komunikasi atau pertemuan terkait isu tersebut. Ia hanya mengakui mengenal Roy Suryo dalam kapasitas sebagai mantan pejabat negara.
Menurut JK, dirinya tidak pernah memiliki kebiasaan melakukan manuver di belakang layar, termasuk menyuruh pihak lain untuk menyerang atau mengkritik seseorang secara tidak langsung. Ia menilai tuduhan tersebut cenderung mengarah pada fitnah yang merugikan dirinya.
“Kalau bicara, bicaralah yang benar. Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu,” ujarnya menegaskan.
Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi dari JK atas isu yang beredar luas di publik. Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Kasus ini pun kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut nama tokoh publik dan isu sensitif di ranah politik nasional. (Rhz2797)
