Dunia bulu tangkis internasional tengah berduka setelah legenda asal Denmark, Viktor Axelsen, resmi mengumumkan pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya. Keputusan ini diambil setelah cedera punggung yang dideritanya tak kunjung pulih.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Axelsen melalui media sosial pribadinya pada Rabu (18/4/2026). Di usia 32 tahun, ia sebenarnya masih berada dalam masa produktif sebagai atlet elite, namun kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk terus bersaing di level tertinggi.
Cedera punggung yang dialaminya mulai terasa sejak April 2025 dan terus kambuh hingga mengganggu performanya. Dalam satu tahun terakhir, Axelsen bahkan harus absen dari sejumlah turnamen penting karena kondisi tersebut.
Berbagai upaya telah dilakukan demi memulihkan kesehatannya, mulai dari operasi hingga terapi intensif. Sayangnya, hasil yang didapat belum maksimal. Hingga akhirnya, tim medis menyarankan agar ia lebih memprioritaskan kesehatan jangka panjang.
Axelsen pun mengaku berat menerima kenyataan ini. Namun, ia menyadari bahwa tubuhnya sudah tidak lagi mampu menjalani tuntutan kompetisi profesional.
Keputusan pensiun ini langsung memicu gelombang reaksi dari para atlet dunia, termasuk dari Indonesia. Banyak pemain yang memberikan penghormatan atas karier gemilang yang telah ditorehkan Axelsen di dunia bulu tangkis.
Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, menyampaikan pesan perpisahan yang penuh rasa hormat. Ia mengaku bangga pernah berbagi lapangan dengan sang juara.
Hal senada juga disampaikan oleh Anthony Sinisuka Ginting. Ia memberikan apresiasi atas perjalanan karier Axelsen yang dinilai luar biasa dan inspiratif.
Tak ketinggalan, mantan pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, turut memberikan pesan singkat namun penuh makna, menyebut Axelsen sebagai legenda yang layak menikmati masa pensiunnya.
Dukungan yang mengalir dari berbagai penjuru dunia ini menunjukkan betapa besar pengaruh Viktor Axelsen di kancah bulu tangkis. Ia bukan hanya dikenal sebagai juara, tetapi juga sebagai sosok yang dihormati oleh kawan maupun lawan.
Pensiunnya Axelsen menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga, namun warisan prestasi dan inspirasinya akan terus dikenang oleh para penggemar dan generasi atlet berikutnya. (Rhz2797)
