Notification

×

Iklan

Iklan

Iran Mau Hentikan Nuklir 5 Tahun, Tapi AS Menolak? Ini Fakta Tegangnya Negosiasi!

April 15, 2026 Last Updated 2026-04-15T07:57:37Z


Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul laporan terbaru terkait negosiasi program nuklir. Dalam perkembangan terbaru, Iran disebut bersedia menangguhkan program pengayaan uranium selama lima tahun, namun tawaran tersebut justru ditolak oleh pihak AS.


Laporan ini pertama kali diungkap oleh The New York Times yang mengutip dua pejabat senior Iran dan satu sumber dari pemerintah AS. Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh sejumlah media internasional lainnya.


Program pengayaan uranium sendiri selama ini menjadi sorotan dunia internasional. Barat kerap mengaitkannya dengan potensi pengembangan senjata nuklir, terutama jika tingkat pemurnian uranium mencapai 90 persen—ambang yang dianggap cukup untuk keperluan militer.


Dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad, Iran mengajukan kompromi berupa penghentian sementara program tersebut selama lima tahun. Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump menganggap durasi tersebut belum cukup.


AS justru meminta agar Iran menghentikan pengayaan uranium selama 20 tahun. Perbedaan sikap ini membuat pembicaraan yang berlangsung akhir pekan lalu menemui jalan buntu.


Tak hanya soal durasi, perbedaan juga muncul terkait nasib stok uranium yang telah diperkaya. AS meminta agar Iran menghilangkan atau memindahkan persediaan tersebut ke luar negeri. Namun Iran menolak keras dan bersikeras mempertahankan material tersebut tetap berada di dalam negeri.


Meski Iran disebut bersedia mengencerkan uranium yang sudah diperkaya, pihak AS menilai langkah itu tidak cukup aman. Mereka khawatir Iran dapat dengan mudah meningkatkan kembali kadar uranium tersebut di masa depan hingga mencapai tingkat yang dapat digunakan untuk senjata nuklir.


Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa keputusan kini berada di tangan Iran. Ia mengakui adanya sedikit fleksibilitas dari Teheran, namun menilai langkah tersebut belum memenuhi ekspektasi Washington.


Di tengah kebuntuan ini, laporan juga menyebutkan bahwa kedua negara masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi ke putaran berikutnya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada jadwal resmi yang diumumkan.


Situasi ini menunjukkan bahwa upaya mencapai kesepakatan nuklir antara Iran dan AS masih menghadapi tantangan besar. Dunia pun kini menanti apakah kedua pihak dapat menemukan titik temu atau justru kembali memperuncing konflik yang sudah berlangsung lama. (Rhz2797)