Selama ini kolesterol tinggi identik dengan orang dewasa. Namun faktanya, anak-anak dan remaja juga bisa mengalami kondisi serupa, terutama jika dipengaruhi pola hidup tidak sehat atau faktor keturunan.
Menurut Cleveland Clinic, menjaga pola makan sehat serta meningkatkan aktivitas fisik menjadi kunci utama untuk mengontrol kadar kolesterol sejak usia dini.
Apa Itu Kolesterol Tinggi pada Anak?
Kolesterol tinggi pada anak terjadi ketika kadar lemak dalam darah, seperti kolesterol dan trigliserida, melebihi batas normal. Padahal, kedua zat ini sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk fungsi tertentu.
Namun, jika jumlahnya berlebihan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari. Untuk mendeteksinya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah yang dikenal sebagai panel lipid. Tes ini mengukur kadar kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), serta trigliserida.
Perlu diketahui, standar normal kadar kolesterol pada anak berbeda dengan orang dewasa, sehingga penilaian harus dilakukan secara khusus oleh tenaga medis.
Apakah Ada Gejala?
Sebagian besar anak dengan kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala yang jelas. Kondisi ini sering kali baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin.
Meski begitu, pada kasus tertentu—terutama yang disebabkan faktor genetik—dapat muncul tanda-tanda seperti:
- Benjolan lemak di kulit (xanthoma)
- Bintik kekuningan di sekitar mata (xanthelasma)
- Lingkaran putih atau abu-abu di tepi kornea mata
Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi pada anak, di antaranya:
- Pola makan tinggi lemak dan gula
- Kurangnya aktivitas fisik
- Kondisi kesehatan seperti Obesitas, Diabetes, atau gangguan lain
- Penggunaan obat tertentu
- Faktor keturunan dari orang tua
Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi umumnya memiliki risiko lebih besar mengalami kondisi yang sama.
Pentingnya Pencegahan Sejak Dini
Mencegah kolesterol tinggi pada anak dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengatur pola makan seimbang, membatasi makanan olahan, serta mendorong anak untuk aktif bergerak setiap hari.
Dengan deteksi dini dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi di masa depan bisa ditekan. Orang tua pun diimbau lebih waspada, karena kolesterol tinggi pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. (Rhz2797)
