Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Salah Kira! Diare Ternyata Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter

April 14, 2026 Last Updated 2026-04-14T01:34:23Z

Banyak orang menganggap diare dan serangan jantung sebagai dua kondisi yang sama sekali tidak berkaitan. Namun dalam beberapa kasus langka, gangguan pencernaan seperti diare justru bisa menjadi tanda awal dari serangan jantung.


Fenomena ini diungkap oleh dokter spesialis jantung, Giovanno Rachmanda Maulana, dari Siloam Heart Hospital. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut umumnya terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta, seperti diabetes.


Menurut dr. Giovanno, penderita diabetes sering mengalami gangguan pada sistem saraf, terutama saraf otonom yang berperan dalam mengirimkan sinyal rasa nyeri. Akibatnya, gejala khas serangan jantung seperti nyeri dada bisa tidak terasa.


“Pada pasien diabetes, saraf menjadi kurang sensitif. Seharusnya ada nyeri dada, tapi tidak dirasakan. Justru sinyal lain yang muncul, misalnya gangguan di perut,” jelasnya dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan.


Ia menambahkan, tubuh tetap berusaha memberikan sinyal bahaya kepada otak. Dalam kondisi tertentu, sinyal tersebut bisa dialihkan ke sistem pencernaan melalui kerja saraf simpatis dan parasimpatis, sehingga muncul gejala seperti diare atau perut tidak nyaman.


Dengan kata lain, meski jantung mengalami masalah serius, tubuh “mengirimkan” tanda melalui organ lain yang masih memiliki sensitivitas saraf lebih baik.


Kasus seperti ini memang tergolong jarang, namun lebih berisiko terjadi pada kelompok lanjut usia, khususnya di atas 60 tahun. Pada kelompok ini, gejala serangan jantung sering kali tidak khas dan sulit dikenali.


Dokter Giovanno mengingatkan bahwa keluhan ringan seperti diare yang disertai kondisi tubuh lemah atau ketidakseimbangan elektrolit tidak boleh dianggap sepele, terutama bagi penderita diabetes atau lansia.


Kesadaran akan gejala tidak biasa ini menjadi penting agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat. Sebab, keterlambatan diagnosis serangan jantung dapat meningkatkan risiko komplikasi serius hingga kematian.


Karena itu, jika mengalami gejala yang tidak biasa dan berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. (Rhz2797)