Notification

×

Iklan

Iklan

Kim Jong Un Bikin Heboh, Puji Tentara Korut yang Pilih Mati di Medan Perang Ukraina

April 29, 2026 Last Updated 2026-04-29T05:47:13Z


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menjadi sorotan dunia setelah memuji para tentaranya yang gugur saat bertempur bersama pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina di wilayah Kursk.


Dalam pidatonya, Kim menyebut para tentara Korea Utara tersebut sebagai pahlawan dan patriot sejati karena tetap mempertahankan kehormatan negara di tengah pertempuran sengit.


Korea Utara diketahui telah mengirim sekitar 14.000 personel militer untuk membantu Rusia menghadapi pasukan Ukraina di wilayah Kursk. Langkah ini menjadi perhatian internasional karena menandai keterlibatan langsung Pyongyang dalam konflik yang terus memanas antara Rusia dan Ukraina.


Menurut sejumlah pejabat dari Korea Selatan, Ukraina, dan negara-negara Barat, pasukan Korea Utara mengalami kerugian besar dalam operasi militer tersebut. Diperkirakan lebih dari 6.000 tentara Korea Utara tewas selama pertempuran berlangsung.


Berbagai laporan intelijen serta kesaksian dari para pembelot juga mengungkap bahwa sejumlah tentara Korea Utara memilih mengakhiri hidup mereka sendiri agar tidak tertangkap oleh pasukan Ukraina.


Dalam upacara peresmian monumen penghormatan bagi tentara Korea Utara yang gugur, Kim untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui besarnya keterlibatan pasukannya dalam perang tersebut.


Pidato itu ditujukan kepada pejabat Rusia dan keluarga para tentara yang meninggal. Pernyataan tersebut kemudian dipublikasikan oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA.


Kim menyatakan bahwa bukan hanya mereka yang gugur di garis depan yang layak disebut pahlawan, tetapi juga mereka yang tetap berjuang demi menjaga martabat negara meski menghadapi kondisi yang sangat berat.


Ia juga menilai para tentara yang selamat sebagai patriot setia partai dan bangsa karena telah menjalankan tugas militer mereka dengan penuh pengorbanan.


Sementara itu, intelijen Korea Selatan menilai bahwa sebagai imbalan atas pengiriman pasukan dan amunisi, Pyongyang menerima berbagai bantuan dari Rusia, termasuk dukungan ekonomi serta teknologi militer.


Hubungan yang semakin erat antara Korea Utara dan Rusia ini memicu kekhawatiran baru di tingkat global, terutama terkait stabilitas kawasan dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di tengah perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda akan berakhir.