Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah Haru Pria Surabaya Hidup dengan Satu Ginjal, Begini Perubahan Besar yang Dirasakan

April 23, 2026 Last Updated 2026-04-23T06:32:03Z

Hidup dengan satu ginjal setelah menjalani operasi besar tentu bukan hal yang mudah. Namun, Mohammad Rizal Putra, pria asal Surabaya berusia 35 tahun, membagikan kisah inspiratifnya setelah harus kehilangan ginjal kiri akibat kanker ginjal sarkoma grade 4.


Rizal mengungkapkan bahwa pengangkatan ginjal kirinya dilakukan setelah dirinya didiagnosis mengidap kanker ginjal yang cukup agresif. Meski begitu, ia berusaha tetap menjalani hidup secara normal sambil menyesuaikan berbagai kebiasaan sehari-hari.


Menurut Rizal, perubahan paling terasa bukan pada aktivitas secara keseluruhan, melainkan pada tingkat energi tubuhnya yang tidak lagi sekuat dulu. Ia merasa stamina yang sebelumnya penuh kini hanya tersisa sekitar 60 hingga 70 persen.


“Biasanya energi di 100 persen, sekarang mungkin di 60–70 persen. Untuk gaya hidup berubah drastis, utamanya di menjaga pola makan,” ujarnya dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, dikutip pada Rabu (22/4/2026).


Perubahan besar lainnya terjadi pada pola makan. Jika sebelumnya ia bebas mengonsumsi berbagai jenis makanan, kini Rizal harus jauh lebih selektif. Ia lebih mengutamakan makanan sehat atau real food demi menjaga kondisi tubuh dan fungsi ginjal yang tersisa.


Tak hanya soal makanan, rutinitas olahraga pun ikut berubah drastis. Dulu, Rizal terbiasa berolahraga intens seperti Muay Thai dan boxing sebanyak tiga hingga empat kali dalam seminggu.


Namun kini, aktivitas fisik berat tersebut harus ditinggalkan sementara karena berisiko menimbulkan cedera pada ginjal yang masih berfungsi. Sebagai gantinya, ia memilih olahraga ringan yang lebih aman untuk kondisi kesehatannya.


“Sementara ini diganti dengan olahraga yang ringan. Dulu suka banget Muay Thai atau boxing. Sekarang harus dihindari karena risiko ginjal terlukanya lebih besar,” jelasnya.


Selain adaptasi gaya hidup, Rizal juga masih merasakan dampak fisik pascaoperasi. Bekas luka pengangkatan ginjal masih sering menimbulkan rasa nyeri, terutama seperti sensasi kulit tertarik saat bergerak.


Kondisi itu bahkan memengaruhi posisi tidur dan duduknya sehari-hari. Ia mengaku tidak bisa terlalu lama tidur miring ke kanan maupun ke kiri karena rasa tidak nyaman yang muncul.


Bahkan saat duduk dengan posisi terlalu menunduk atau telungkup, rasa nyeri bisa datang cukup hebat dan mengganggu aktivitas.


“Kalau duduk terlalu telungkup juga nggak bisa, karena itu bakalan nyeri banget,” ungkapnya.


Meski menghadapi banyak perubahan, Rizal tetap berusaha menjalani hidup dengan optimis. Kisahnya menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan sejak dini sangat penting, terutama untuk mencegah penyakit serius seperti kanker ginjal yang bisa mengubah hidup secara drastis.