Perdebatan soal dugaan ijazah palsu kembali menjadi sorotan publik setelah Roy Suryo melontarkan kritik tajam kepada Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar. Dalam sebuah tayangan televisi nasional, Roy mempertanyakan keberanian Rismon meneliti ijazah mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, sementara ijazah milik Rismon sendiri disebut-sebut turut dipertanyakan keasliannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Roy Suryo saat hadir dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa, 21 April 2026. Dalam kesempatan itu, Roy membahas sejumlah temuan yang beredar terkait dugaan ijazah palsu milik Rismon, mulai dari persoalan stempel, penggunaan security paper, hingga hasil pemindaian dokumen.
Menurut Roy, persoalan ini menjadi sangat serius karena menyangkut kredibilitas seseorang yang selama ini dikenal sebagai ahli digital forensik. Ia menilai, seseorang yang meneliti keaslian dokumen orang lain seharusnya terlebih dahulu memiliki rekam jejak yang bersih dan tidak menimbulkan pertanyaan serupa terhadap dirinya sendiri.
“Yang paling sedih bagi saya, saya dan Dokter Tifa bagaimana bisa Doktor Rismon Hasiholan Sianipar berani meneliti ijazah Jokowi kalau ijazah sendiri palsu?” ujar Roy Suryo dalam acara tersebut.
Roy menilai jika dugaan tersebut benar, maka hal itu dapat berdampak besar terhadap integritas pribadi maupun profesional Rismon. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai kejujuran akademik dan profesionalisme.
Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama bagi seorang ahli, terlebih dalam bidang yang berkaitan dengan analisis dokumen dan pembuktian digital. Jika integritas itu hilang, maka kepercayaan publik juga akan ikut runtuh.
“Pengkhianatan besar itu, fatal banget. Orang yang sudah benar-benar tidak jujur pada dirinya itu akan kemudian sudah cacat, sudah enggak punya integritas,” lanjut Roy.
Menanggapi tudingan tersebut, Rismon Hasiholan Sianipar yang juga hadir dalam acara yang sama langsung memberikan respons. Ia menilai Roy Suryo terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa memiliki data penelitian yang kuat.
Rismon menyebut bahwa Roy sering kali langsung melabeli sesuatu sebagai palsu tanpa menunjukkan bukti yang benar-benar berasal dari hasil penelitiannya sendiri. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak bisa disampaikan hanya berdasarkan asumsi.
“Itulah Anda selalu jump to conclusions, palsu, palsu, palsu. Datanya dari Anda enggak? Ini data cap basah, coba ditunjukkan itu transkrip nilai saya,” ujar Rismon sambil menunjukkan dokumen transkrip nilainya.
Perdebatan panas tersebut pun langsung menarik perhatian publik, terutama karena isu yang dibahas berkaitan dengan nama besar mantan Presiden Jokowi dan polemik lama mengenai keaslian dokumen akademik.
Isu ini juga kembali memunculkan diskusi luas di media sosial, dengan berbagai tanggapan dari masyarakat yang mempertanyakan kredibilitas masing-masing pihak. Sebagian menilai perdebatan tersebut perlu dibuktikan secara objektif melalui jalur hukum dan verifikasi resmi, bukan hanya lewat perdebatan di ruang publik.
Hingga kini, polemik mengenai dugaan ijazah tersebut masih terus menjadi perhatian. Publik pun menanti kejelasan lebih lanjut agar isu ini tidak terus berkembang menjadi spekulasi yang menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.(Rhz2797)
