Notification

×

Iklan

Iklan

Tragis! Menhan Mali Jenderal Sadio Camara Tewas Dibunuh dalam Serangan Geng Pemberontak

April 27, 2026 Last Updated 2026-04-27T11:55:14Z


Menteri Pertahanan Mali, Jenderal Sadio Camara, dilaporkan tewas dalam serangan terkoordinasi yang menargetkan sejumlah situs militer di negara tersebut pada Sabtu, 25 April 2026. Kematian tokoh penting pemerintahan militer itu langsung mengguncang situasi politik dan keamanan Mali yang selama ini sudah berada dalam kondisi tidak stabil.


Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Minggu, 26 April 2026, juru bicara pemerintah Mali, Issa Ousmane Coulibaly, mengonfirmasi bahwa Camara meninggal dunia ketika para penyerang menyerbu kediamannya di kota garnisun Kati.


Rumah Jenderal Sadio Camara menjadi salah satu target utama dalam serangan serentak yang dilakukan kelompok afiliasi Al Qaeda bersama pemberontak Tuareg. Kota Kati sendiri dikenal sebagai kawasan militer dengan penjagaan ketat dan menjadi lokasi strategis pemerintahan transisi Mali. Presiden sementara Assimi Goita juga diketahui tinggal di wilayah tersebut.


Menurut laporan media internasional Al Jazeera, serangan tersebut dilakukan dengan metode bom mobil bunuh diri yang menghantam kediaman Camara secara langsung. Ledakan besar tersebut menyebabkan kerusakan parah dan menewaskan sejumlah anggota keluarga sang menteri.


Laporan kantor berita AFP menyebutkan bahwa istri kedua Camara serta dua cucunya juga ikut menjadi korban dalam insiden berdarah tersebut. Peristiwa ini memperlihatkan betapa serius dan brutalnya serangan yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut.


Jenderal Sadio Camara dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam pemerintahan militer Mali setelah kudeta berturut-turut pada tahun 2020 dan 2021. Ia menjadi tokoh sentral dalam struktur kekuasaan militer yang saat ini memimpin negara tersebut.


Banyak pihak bahkan menilai Camara sebagai calon kuat pemimpin Mali di masa depan. Pengaruh politik dan militernya yang besar membuat kematiannya dipandang sebagai pukulan besar bagi stabilitas pemerintahan saat ini.


Tidak hanya di Kati, kelompok bersenjata juga melancarkan serangan di sejumlah wilayah lain seperti ibu kota Bamako, Gao, Kidal di bagian utara, hingga kota Sevare di wilayah tengah Mali. Serangan berskala luas ini memperlihatkan meningkatnya kekuatan dan koordinasi kelompok pemberontak.


Pengamat keamanan Bulama Bukarti menilai situasi Mali kemungkinan akan semakin memanas dalam beberapa hari ke depan. Ia menyebut perebutan wilayah strategis antara kelompok bersenjata dan pemerintah militer bisa memicu konflik yang lebih besar.


Menurut Bukarti, kelompok afiliasi Al Qaeda dan pemberontak Tuareg memiliki tujuan yang berbeda, namun keduanya telah sepakat bekerja sama sejak tahun lalu. Serangan terbaru ini disebut sebagai bukti nyata dari implementasi aliansi tersebut.


Ketegangan di Mali pun diperkirakan akan terus meningkat seiring munculnya ancaman baru terhadap pemerintahan transisi. Kematian Jenderal Sadio Camara menjadi simbol besarnya ancaman yang kini dihadapi negara Afrika Barat tersebut.(Rhz2797)