Program Angkutan Motor Gratis (Motis) yang dijalankan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) pada mudik Lebaran 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Layanan ini dinilai sangat membantu pemudik yang ingin pulang kampung dengan lebih aman sambil tetap membawa kendaraan roda dua.
Tingginya minat masyarakat terhadap program ini membuat pemerintah berencana melakukan berbagai pengembangan layanan untuk tahun-tahun berikutnya. DJKA menegaskan bahwa Motis akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, mengatakan respons publik terhadap Motis sangat antusias. Karena itu, pasca penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi peningkatan layanan.
Menurut Arif, ada tiga fokus utama yang akan dilakukan ke depan. Pertama adalah penambahan stasiun pemberhentian guna memperluas jangkauan layanan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi permintaan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap program Motis.
Kedua, DJKA akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap waktu perjalanan kereta api Motis agar layanan semakin efisien dan nyaman bagi pengguna. Ketepatan waktu dan kenyamanan perjalanan menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi tersebut.
Ketiga, pemerintah berencana memperpanjang layanan hingga menjangkau stasiun-stasiun di wilayah Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan jarak menengah hingga jauh selama musim mudik.
Selain itu, terdapat opsi perluasan relasi lintas pelayanan Motis hingga koridor Jakarta–Surabaya pulang pergi (PP). Namun, realisasi rute ini masih bergantung pada kesiapan sarana yang tersedia, terutama kereta kelas ekonomi (K3) untuk penumpang dan kereta bagasi untuk pengangkutan sepeda motor.
Jika sarana dinilai memadai dan tidak mengganggu pelayanan reguler yang sudah berjalan, maka rute baru tersebut berpotensi direalisasikan pada masa angkutan Lebaran mendatang.
Tak hanya di Pulau Jawa, pengembangan Motis juga mulai dipertimbangkan untuk wilayah Sumatera. DJKA berencana melakukan survei kebutuhan layanan angkutan Motis di wilayah Sumatera bagian selatan, khususnya Lampung dan Palembang.
Survei tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, dukungan sarana dan prasarana, hingga skema layanan yang paling tepat untuk diterapkan di wilayah tersebut.
Keberhasilan Motis pada Lebaran 2026 terlihat dari tingginya angka okupansi. Tercatat sebanyak 12.419 unit sepeda motor berhasil diangkut, atau mencapai 104,4 persen dari target awal sebanyak 11.900 unit.
Selain itu, program ini juga melayani sebanyak 19.789 penumpang. Tujuan terbanyak pemudik tercatat menuju Kutoarjo dan Lempuyangan, yang menjadi salah satu jalur favorit selama arus mudik.
Jika pada Lebaran sebelumnya Motis hanya melayani dua lintas pelayanan, yaitu lintas utara dan lintas tengah, maka pada Lebaran 2026 layanan diperluas menjadi tiga lintas, yakni lintas utara, lintas tengah, dan lintas selatan.
Lintas selatan ini melayani relasi Jakarta/Pasar Senen–Madiun pulang pergi melalui Kiaracondong, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang hendak mudik.
Dari sisi kapasitas, terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Motis 2025, kuota hanya tersedia untuk 7.424 unit sepeda motor dan 16.960 tiket penumpang.
Sementara pada Motis Lebaran 2026, kapasitas meningkat menjadi 11.900 unit sepeda motor dengan fasilitas 28.196 tiket penumpang. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius menjadikan Motis sebagai solusi transportasi mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Dengan pengembangan rute, peningkatan kapasitas, serta evaluasi layanan yang berkelanjutan, program Motis diproyeksikan akan menjadi salah satu andalan masyarakat saat mudik Lebaran di masa mendatang. (Rhz2797)
