Peringatan Hari Anti Bullying Sedunia dimanfaatkan oleh Sekolah Yehonala di Batam untuk menggelar rangkaian kegiatan edukatif terkait pencegahan perundungan. Kegiatan ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang, orang tua, hingga sejumlah instansi guna memperkuat kesadaran bersama akan bahaya bullying.
Dalam sesi edukasi, psikolog Cevy Amelia menekankan bahwa pencegahan bullying tidak bisa dilakukan secara sepihak. Peran aktif sekolah dan keluarga dinilai sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi anak.
Menurutnya, setiap anak berhak merasa aman, nyaman, serta didengar. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan disusun sesuai dengan usia peserta. Untuk siswa sekolah dasar, edukasi diberikan oleh Satbinmas Polresta Barelang melalui metode interaktif yang mengajarkan pentingnya sikap saling menghargai. Kegiatan ini ditutup dengan simbolisasi cap jempol pada banner berbentuk pohon sebagai ajakan menanamkan nilai positif sejak dini.
Tak hanya siswa, orang tua juga mendapatkan pembekalan melalui seminar yang menghadirkan BPMP Kepulauan Riau. Dalam sesi ini, orang tua dibekali pemahaman tentang bagaimana mengenali tanda-tanda perundungan serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.
Untuk siswa tingkat SMP, penyuluhan diberikan oleh DP3AP2KB Unit PPA yang membahas dampak bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen anti-perundungan.
Sementara itu, siswa SMA/SMK juga mendapatkan materi serupa yang ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Trainer dari BPMP Provinsi Kepulauan Riau, Anggi Heru M, menegaskan bahwa penanganan kasus bullying harus dilakukan secara objektif dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi siswa. Ia juga menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk perundungan.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah bersama berbagai instansi berharap dapat memperkuat edukasi serta pendampingan sebagai langkah nyata dalam mencegah bullying sejak dini. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan sehat bagi anak. (Rhz2797)
