Aksi peringatan May Day 2026 di depan Gedung DPR RI berlangsung dramatis. Massa buruh dan mahasiswa membakar ban serta spanduk sebagai bentuk protes, menghasilkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi di sekitar gerbang utama.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.25 WIB. Api terlihat menyala di atas aspal setelah sebuah ban dibakar di tengah jalan, disusul spanduk yang sebelumnya terpasang di pagar. Asap tebal langsung menyebar ke area kerumunan, memaksa sebagian peserta aksi menutup wajah menggunakan masker atau kain karena bau menyengat dari karet terbakar.
Di tengah aksi, gerimis tipis sempat turun, membuat asap tampak lebih pekat dan menggantung rendah sebelum akhirnya terbawa angin. Meski kondisi cukup menantang, massa tetap bertahan dan melanjutkan aksi mereka di lokasi.
Sejak siang, kawasan di depan Gedung DPR RI telah dipenuhi peserta aksi dari berbagai kalangan. Mereka terdiri dari buruh dan mahasiswa yang datang membawa atribut organisasi, mengenakan jaket almamater, serta mengibarkan bendera. Orasi dilakukan secara bergantian dari atas mobil komando, diiringi yel-yel yang terus menggema.
Aksi sempat diselingi penampilan dari Efek Rumah Kaca, yang menarik perhatian massa sebelum mereka kembali fokus pada tuntutan utama. Di tengah kepulan asap, peserta aksi tetap antusias mengikuti jalannya demonstrasi.
Salah satu peserta aksi menyebut pembakaran tersebut sebagai simbol agar aspirasi mereka benar-benar didengar. Massa juga terlihat beberapa kali mengangkat bendera Merah Putih sambil bersorak mengikuti orator.
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi buruh, seperti Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat dan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia. Mereka menyuarakan tuntutan perbaikan kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai masih belum berpihak kepada pekerja.
Ketua Umum KASBI, Sunarno, menegaskan pentingnya pembentukan undang-undang ketenagakerjaan baru. Hal ini menyusul putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Cipta Kerja yang memerlukan tindak lanjut dari pemerintah dan DPR.
Menurutnya, regulasi baru sangat dibutuhkan untuk menjamin hak-hak buruh, mulai dari sistem pengupahan, pesangon, hingga kepastian status kerja. Hingga sore hari, massa masih bertahan di lokasi, sementara arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto ditutup untuk mendukung jalannya aksi.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah dan legislatif agar segera merespons tuntutan buruh secara konkret. (Rhz2797)
