Notification

×

Iklan

Iklan

Fakta Baru Kecelakaan Maut Bekasi Terkuak! 31 Saksi Diperiksa, Kasus Resmi Naik Penyidikan

Mei 03, 2026 Last Updated 2026-05-03T05:56:58Z

Kasus kecelakaan maut antara kereta api jarak jauh dan KRL di Bekasi kini memasuki babak baru. Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi.


Peristiwa tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia serta 90 lainnya mengalami luka-luka.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa hingga kini penyidik telah memeriksa sebanyak 31 saksi. Para saksi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, warga sekitar lokasi, korban selamat, hingga petugas operasional PT Kereta Api Indonesia.


“Seluruh saksi diperiksa untuk mendapatkan gambaran utuh terkait kronologi kejadian,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).


Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Penyidik telah melakukan berbagai langkah, seperti olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, analisis rekaman CCTV, koordinasi dengan pihak rumah sakit, hingga permintaan visum terhadap korban.


Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan beruntun ini dipicu oleh sebuah taksi yang mengalami korsleting dan berhenti di tengah rel dekat stasiun. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta.


Benturan tersebut menyebabkan KRL berhenti di jalur rel. Di saat bersamaan, KRL lain yang berada di Stasiun Bekasi Timur ikut terdampak. Nahas, dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta tidak sempat berhenti dan akhirnya menabrak rangkaian KRL yang berada di jalur.


Rangkaian kejadian ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling fatal dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Jabodetabek. Proses penyidikan diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. (Rhz2797)