Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Dalam kasus ini, pelaku menggunakan modus yang terbilang unik, yakni memanfaatkan stiker jasa sedot WC sebagai penanda lokasi penyimpanan sabu dengan sistem "tempel".
Pengungkapan kasus dilakukan oleh Unit 1 Subdirektorat 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah menerima informasi mengenai rencana transaksi narkoba di wilayah Cipayung. Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi target yang berada di depan sebuah rumah kontrakan.
Tim kemudian bergerak melakukan penggerebekan dan mengamankan seorang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti narkotika yang disimpan di lokasi tersebut.
Polisi Sita Sabu hingga Tembakau Sintetis
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan berbagai jenis barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu plastik klip berisi sabu dengan berat total 102,45 gram, 17 sedotan yang juga berisi sabu, sekitar 15 gram tembakau sintetis, enam botol cairan bibit sintetis, dua timbangan digital, dua unit telepon genggam, serta sejumlah plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika sebelum diedarkan.
Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Modus Tempel Pakai Stiker Sedot WC
Polisi mengungkap jaringan ini menerapkan sistem "tempel" dalam mendistribusikan narkoba. Dengan metode tersebut, barang haram tidak diserahkan langsung kepada pembeli, melainkan disembunyikan di titik tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.
Agar lokasi penyimpanan mudah dikenali oleh pihak yang terlibat, pelaku memasang stiker jasa sedot WC di sejumlah tiang listrik maupun pohon di sepanjang jalan kawasan Cipayung. Stiker tersebut menjadi kode rahasia yang menunjukkan titik penyimpanan paket narkoba.
Modus seperti ini dinilai mampu meminimalkan kontak langsung antara penjual dan pembeli sehingga pelaku berharap aktivitas mereka lebih sulit terdeteksi aparat penegak hukum.
Polisi Kembangkan Jaringan
Saat ini tersangka telah diamankan di Polda Metro Jaya dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran narkoba tersebut.
Polda Metro Jaya memastikan proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi narkotika dengan modus sistem tempel tersebut.(Rhz2797)
