Notification

×

Iklan

Iklan

Sering Tidur Berantakan? Ahli Jantung Bilang Risikonya Bisa Fatal

Mei 29, 2026 Last Updated 2026-05-29T16:48:35Z

Banyak orang menganggap pola tidur yang berubah-ubah sebagai hal biasa. Misalnya tidur pukul 11 malam hari ini, lalu baru terlelap pukul 1 dini hari keesokan harinya. Namun ternyata, kebiasaan tersebut dapat memberi dampak serius terhadap kesehatan jantung.


Ahli kardiologi Douglas Zuckermann mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan konsisten setiap malam untuk proses pemulihan alami.


Menurutnya, kurang tidur atau jadwal tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol, memicu tekanan darah tinggi saat tidur, hingga menyebabkan peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi itu dapat membuat jantung bekerja lebih keras.


Ritme Tubuh Bisa Kacau Akibat Tidur Tidak Teratur


Tidur yang tidak konsisten juga dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Sistem ini mengatur banyak fungsi penting seperti detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, hingga pelepasan hormon.


Ahli kardiologi Cynthia A. Kos menjelaskan bahwa gangguan ritme sirkadian membuat tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan atau mode “fight or flight”.


Akibatnya, tekanan pada sistem kardiovaskular meningkat dan risiko gangguan jantung menjadi lebih besar.


Paparan cahaya di malam hari, kebiasaan begadang, hingga pola tidur yang berubah setiap hari disebut dapat mengacaukan ritme alami tubuh tersebut.


Tekanan Darah Sulit Turun Saat Tidur


Secara normal, tekanan darah seseorang akan menurun ketika tidur malam. Namun pola tidur yang berantakan dapat menghambat proses alami tersebut.


Ahli jantung Caroline Ball mengatakan orang yang tidak mengalami penurunan tekanan darah saat tidur memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.


Jika tekanan darah terus tinggi sepanjang malam, pembuluh darah dan arteri akan menerima tekanan lebih besar dalam jangka panjang. Hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi hingga penyakit jantung serius.


Pola Makan dan Metabolisme Ikut Terganggu


Kurang tidur juga membuat seseorang lebih sulit menjaga gaya hidup sehat. Saat tubuh lelah, orang cenderung memilih makanan tinggi gula atau camilan berkalori tinggi untuk menambah energi.


Selain itu, tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan cara tubuh memproses gula darah. Kondisi tersebut dikaitkan dengan peningkatan berat badan, sindrom metabolik, dan tekanan darah tinggi.


Semua faktor itu diketahui berhubungan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung.


Peradangan Kronis Bisa Muncul Diam-Diam


Para ahli juga mengingatkan bahwa pola tidur buruk dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh. Peradangan ini menjadi salah satu penyebab utama aterosklerosis atau penumpukan plak di pembuluh darah.


Jika plak terus menumpuk, aliran darah menuju jantung dapat terganggu dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.


Douglas Zuckermann menjelaskan bahwa kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon serta metabolisme glukosa yang akhirnya membebani sistem kardiovaskular.


Tidur Terlalu Lama Juga Tidak Baik


Bukan hanya kurang tidur, kebiasaan tidur terlalu lama juga disebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tidur berlebihan dapat mengganggu ritme sirkadian dan proses metabolisme tubuh.


Akibatnya, risiko tekanan darah tinggi, gangguan gula darah, hingga peradangan bisa meningkat. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.


Para ahli menyarankan orang dewasa tidur cukup sekitar 7-9 jam setiap malam dengan jadwal yang teratur agar tubuh mendapatkan waktu pemulihan optimal.(Rhz2797)