Notification

×

Iklan

Iklan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam Usai 24 Jam, Water Bombing Dikerahkan untuk Jinakkan Api

Juli 01, 2026 Last Updated 2026-07-01T05:47:33Z

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Rabu (1/7/2026) masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Meski proses pemadaman telah berlangsung lebih dari 24 jam, petugas gabungan masih terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.


Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, membenarkan bahwa api masih membakar sejumlah titik di kawasan TPA. Menurutnya, banyaknya titik api menjadi tantangan utama yang membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama.


Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.10 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan terus bekerja tanpa henti untuk mengendalikan situasi di lokasi.


Banyak Titik Api Jadi Kendala


Djohan menjelaskan, karakteristik kebakaran di area tumpukan sampah membuat api muncul di banyak lokasi sekaligus. Kondisi tersebut diperparah oleh musim kemarau yang membuat material sampah lebih mudah terbakar.


Untuk mencegah api semakin meluas, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari pemerintah daerah dan TNI AD diterjunkan ke lokasi. Petugas fokus melakukan penyekatan sekaligus memadamkan titik-titik api yang masih aktif.


Akses Jalan Sempit Hambat Mobil Damkar


Selain banyaknya titik api, proses pemadaman juga terkendala akses menuju lokasi kebakaran. Jalan yang sempit dipenuhi truk pengangkut sampah sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk keluar masuk area TPA.


Di sisi lain, sumber air yang cukup jauh membuat mobil pemadam harus bolak-balik mengisi pasokan air, sehingga proses pemadaman menjadi kurang maksimal.


BNPB berharap arus kendaraan pengangkut sampah dapat dikurangi sementara agar mobilitas petugas pemadam lebih lancar selama operasi berlangsung.


Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan


Untuk mempercepat penanganan kebakaran, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing yang didatangkan dari Jambi dan Palembang.


Kedua helikopter dijadwalkan tiba di Pangkalan Pondok Cabe untuk memasang perlengkapan pengambilan air sebelum memulai operasi. Air nantinya akan diambil dari danau di sekitar wilayah Jatiwaringin, Tangerang, lalu dijatuhkan langsung ke titik-titik api yang masih sulit dijangkau dari darat.


Pengerahan armada udara diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lain.


Hingga kini, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi dan terus melakukan upaya pemadaman. Masyarakat di sekitar kawasan TPA juga diimbau tetap waspada terhadap potensi asap tebal yang dapat mengganggu kesehatan selama proses penanganan kebakaran masih berlangsung.(Rhz2797)