Kasus tragis mengguncang warga Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Seorang balita laki-laki berusia tiga tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan dengan luka serius akibat penusukan. Pelaku diduga merupakan pamannya sendiri.
Peristiwa memilukan itu terjadi di sebuah kontrakan yang berada di Gang Saija sekitar pukul 23.00 WIB. Warga sekitar mendadak panik setelah mendengar teriakan histeris dari penghuni rumah yang baru pulang berdagang malam.
Saat warga masuk ke dalam rumah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di lantai bagian tengah rumah. Sementara itu, terduga pelaku ditemukan dalam kondisi terluka di bagian leher dan segera mendapat pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Menurut keterangan warga sekitar bernama Devi, situasi malam itu sangat mencekam karena banyak darah di lokasi kejadian. Ia menyebut korban mengalami luka tusuk di bagian perut, sedangkan pelaku mengalami luka sayatan di leher.
“Sekitar jam 11 malam warga ramai setelah ada teriakan minta tolong. Saat dicek, korban sudah meninggal dan pelaku dalam kondisi kritis,” ujar Devi, Kamis (28/5/2026).
Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, mengatakan korban selama ini tinggal bersama nenek dan pamannya di rumah kontrakan tersebut. Sang nenek diketahui sedang keluar untuk berjualan ketika kejadian berlangsung.
Peristiwa itu baru terungkap ketika nenek korban pulang ke rumah dan mendapati cucunya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar.
“Korban tinggal di sini sudah hampir setahun bersama nenek dan pamannya. Neneknya syok saat melihat kondisi cucunya,” kata Taufik.
Warga yang datang ke lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Jatisampurna dan Polres Metro Bekasi Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani autopsi. Sementara terduga pelaku dilarikan ke RSUD Jatisampurna untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Polisi juga telah memasang garis polisi di area kontrakan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar karena melibatkan anggota keluarga sendiri dan korban masih berusia sangat kecil. Polisi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.(Rhz2797)
