Sekelompok anak muda di Perumahan Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menunjukkan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari keresahan sederhana. Melalui komunitas muda-mudi Puri Cendana (PC), mereka berhasil menggalang dana swadaya hingga ratusan juta rupiah demi memperbaiki jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga.
Gerakan ini digagas oleh para pemuda berusia sekitar 20 hingga 35 tahun yang merasa kondisi jalan semakin memprihatinkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu perwakilan komunitas, Fiky Rio Utama, menyebut bahwa aksi tersebut lahir dari keinginan untuk memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Kami resah karena tidak ada solusi. Jadi kami ingin jadi anak muda yang membawa energi positif dan berguna bagi warga,” ungkapnya.
Komunitas muda-mudi Puri Cendana kini beranggotakan sekitar 200 orang dari tujuh RW, dengan sekitar 30 orang menjadi penggerak utama. Mereka tak hanya bertindak sebagai pelaksana, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pengurus RT dan RW dalam merancang perbaikan lingkungan.
Melalui diskusi bersama, mereka menyusun rencana perbaikan jalan sekaligus strategi penggalangan dana yang dilakukan secara transparan dan tanpa paksaan. Pendekatan persuasif ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan warga.
“Kami tidak mewajibkan nominal tertentu. Siapa pun yang peduli boleh berkontribusi sesuai kemampuan,” jelas Fiky.
Hasilnya, dalam waktu relatif singkat, dana dalam jumlah besar berhasil terkumpul. Perbaikan jalan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada November 2025 menghabiskan sekitar Rp 180 juta untuk pengecoran jalan sepanjang 100 meter dengan lebar 7 meter.
Sementara itu, tahap kedua yang dilakukan pada Mei 2026 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 330.953.000. Dana tersebut digunakan untuk pengecoran jalan sepanjang 150 meter dengan lebar 8 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
Keberhasilan penggalangan dana ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat jika ada pihak yang memulai gerakan. Aksi tersebut pun sempat viral di media sosial dan mendapat banyak apresiasi dari publik.
Namun, di balik pujian, muncul pula pertanyaan terkait peran pemerintah dalam penyediaan infrastruktur. Menariknya, tak lama setelah viral, perbaikan jalan di kawasan tersebut akhirnya masuk dalam anggaran resmi pemerintah daerah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,25 miliar untuk perbaikan jalan utama dengan luas pekerjaan sekitar 4.500 meter persegi. Proyek tersebut direncanakan terealisasi pada akhir tahun 2026.
Bagi komunitas muda-mudi Puri Cendana, pencapaian ini bukanlah akhir. Mereka justru ingin menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai memudar di lingkungan perkotaan.
“Kami punya tanggung jawab sebagai generasi penerus. Apa yang kami lakukan sekarang adalah bentuk kepedulian untuk masa depan lingkungan kami,” ujar Fiky.
Ke depan, komunitas ini berencana melanjutkan berbagai program sosial lainnya, mulai dari penataan pedagang kaki lima, pengelolaan sampah, hingga perbaikan sistem drainase.
Langkah kecil yang dimulai dari keresahan kini telah menjadi gerakan besar yang menginspirasi banyak orang. Aksi anak muda Bekasi ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari siapa saja, termasuk generasi muda di lingkungan sendiri.(Rhz2797)
