Notification

×

Iklan

Iklan

Banyak Pelari Tumbang di Jakarta Marathon 2026, Satu Peserta Meninggal Dunia

Juni 15, 2026 Last Updated 2026-06-15T08:34:39Z


Di tengah semarak penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026, kabar duka turut menyelimuti ajang lari terbesar di ibu kota tersebut. Seorang peserta dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti perlombaan yang berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026.


Pihak penyelenggara menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Agus Putranadi yang menjadi salah satu peserta dalam ajang marathon tersebut. Ungkapan duka tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial BTN Jakim sehari setelah perlombaan berakhir.


Insiden ini menjadi sorotan karena sepanjang jalur lomba dilaporkan banyak peserta mengalami kelelahan berat hingga harus mendapatkan penanganan medis. Sejumlah pelari disebut tumbang akibat berbagai faktor, mulai dari cedera, dehidrasi, heatstroke, hingga gagal menyelesaikan lomba karena tidak mampu memenuhi batas waktu yang telah ditentukan panitia atau dikenal sebagai Cut-Off Time (COT) dan Cut-Off Point (COP).


Sebelum perlombaan dimulai, penyelenggara sebenarnya telah mengingatkan peserta mengenai potensi cuaca panas dan risiko serangan panas selama berlari. Para pelari juga diminta untuk tidak memaksakan diri apabila mulai merasakan gejala gangguan kesehatan di lintasan.


Dalam keterangannya, pihak BTN Jakim menegaskan bahwa tim medis telah disiagakan di berbagai titik sepanjang rute lomba guna memberikan bantuan cepat kepada peserta yang mengalami kondisi darurat. Pelari yang merasa tidak sehat juga diminta segera menuju pos kesehatan terdekat atau menghubungi layanan darurat yang tersedia.


Sejumlah peserta yang mengikuti lomba turut membagikan pengalaman mereka di media sosial. Beberapa di antaranya mengaku melihat banyak pelari tergeletak di sepanjang jalur marathon dan mendengar sirene ambulans yang terus berlalu-lalang menuju lokasi peserta yang membutuhkan pertolongan.


Salah seorang peserta menuliskan kesaksiannya bahwa sejak kilometer 17 hingga mendekati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), banyak pelari yang mengalami kelelahan hingga harus mendapatkan bantuan medis. Kondisi tersebut menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi peserta, terutama di tengah cuaca yang cukup panas selama perlombaan berlangsung.


Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pelari untuk mempersiapkan kondisi fisik secara matang sebelum mengikuti lomba jarak jauh. Selain latihan yang cukup, peserta juga perlu memperhatikan asupan cairan, pola istirahat, serta mengenali batas kemampuan tubuh guna menghindari risiko kesehatan yang lebih serius saat berkompetisi.


Meski diwarnai insiden tragis, BTN Jakarta International Marathon 2026 tetap menjadi ajang yang diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah dan negara. Namun, keselamatan peserta kini kembali menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang pada penyelenggaraan berikutnya.(Rhz2797)