Notification

×

Iklan

Iklan

Bocah 4 Tahun Terjatuh ke Lubang Proyek di Tebet, Evakuasi 4 Jam Berakhir Duka

Juni 30, 2026 Last Updated 2026-06-30T01:15:26Z

 

Peristiwa tragis terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, setelah seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun berinisial I meninggal dunia usai terjatuh ke dalam lubang proyek yang sempit dan dalam. Korban sempat menjalani proses evakuasi selama hampir empat jam sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan.


Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, lubang proyek tersebut memiliki kedalaman sekitar 3,7 meter dengan diameter hanya sekitar 30 x 30 sentimeter. Ukuran lubang yang sangat sempit menjadi salah satu kendala utama dalam upaya penyelamatan korban.


Kapolsek Tebet AKP Ischak menjelaskan bahwa insiden itu terjadi pada Sabtu malam (27/6/2026). Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi sebelum akhirnya terperosok ke dalam lubang proyek.


Petugas gabungan segera dikerahkan setelah menerima laporan dari warga. Namun, proses penyelamatan tidak berjalan mudah karena kondisi lubang yang sempit membuat petugas kesulitan menjangkau posisi korban.


Sebagai langkah awal, tim penyelamat mencoba melakukan evakuasi secara manual dengan menurunkan personel yang memiliki postur tubuh kecil ke dalam lubang. Akan tetapi, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena ruang gerak yang sangat terbatas dan kondisi korban yang sulit dijangkau.


Selain itu, sempitnya lubang serta minimnya ruang untuk bermanuver membuat proses penyelamatan membutuhkan strategi yang lebih aman. Petugas kemudian berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Puskesmas Tebet dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, guna mencari metode evakuasi yang paling memungkinkan.


Tim akhirnya menggunakan dua unit ekskavator untuk melakukan penggalian di sisi lubang. Sebelum alat berat dioperasikan, petugas terlebih dahulu membuat jalur penggalian yang aman agar tanah di sekitar lokasi tidak mengalami longsor dan membahayakan proses penyelamatan.


Selama proses berlangsung, area kejadian dipasangi garis polisi untuk membatasi akses masyarakat. Meski demikian, banyaknya warga yang memadati lokasi sempat menghambat jalannya evakuasi sehingga petugas harus melakukan pengamanan tambahan.


Korban akhirnya berhasil dikeluarkan sekitar pukul 03.55 WIB dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, tim medis menyatakan nyawa korban tidak dapat diselamatkan.


Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai keselamatan di area proyek konstruksi, terutama yang berada di lingkungan permukiman. Keberadaan lubang terbuka tanpa pengamanan yang memadai dapat menimbulkan risiko serius, khususnya bagi anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.


Kasus tersebut kini turut menjadi perhatian aparat berwenang untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengamanan area proyek, sekaligus mendorong peningkatan standar keselamatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Rhz2797)