Gelombang panas ekstrem terus melanda sejumlah negara di Eropa dan memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan masyarakat maupun aktivitas sehari-hari. Slovakia dan Hungaria menjadi dua negara yang mencatat suhu udara sangat tinggi, bahkan mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah pengamatan cuaca di kawasan tersebut.
Pada Senin (29/6/2026), Slovakia mencatat rekor suhu baru setelah temperatur di wilayah Turna nad Bodvou, bagian tenggara negara itu, mencapai 41 derajat Celcius. Data tersebut dirilis oleh Institut Hidrometeorologi Slovakia (SHMU) dan menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut.
Selain Turna nad Bodvou, dua wilayah lain juga mengalami panas ekstrem. Suhu udara tercatat mencapai 40,5 derajat Celcius di Muzla dan 40,6 derajat Celcius di Strkovec. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 40,3 derajat Celcius yang tercatat pada 2007.
Kondisi cuaca ekstrem ini mendorong otoritas Slovakia mengeluarkan peringatan suhu tinggi di sejumlah wilayah. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari.
Sementara itu, Hungaria juga menghadapi kondisi serupa. Suhu di wilayah Aszod, Hungaria bagian tengah, dilaporkan mencapai 41,8 derajat Celcius atau hanya terpaut 0,1 derajat dari rekor nasional yang tercatat pada 2007.
Menghadapi cuaca yang semakin ekstrem, pemerintah Hungaria mengambil sejumlah langkah antisipasi. Perdana Menteri Peter Magyar menginstruksikan instansi pemerintah dan sektor tertentu untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah serta mengurangi jam kerja apabila kondisi memungkinkan. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.
Di Budapest, suhu yang menyengat membuat banyak pekerja harus menyesuaikan aktivitas mereka. Seorang pekerja konstruksi mengaku perusahaan menyediakan air minum dan minuman penyegar bagi seluruh pekerja, sekaligus memberikan waktu istirahat lebih banyak agar mereka dapat berteduh dari panas matahari.
Tidak hanya pekerja lapangan, masyarakat umum juga mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca yang semakin panas. Sejumlah warga menilai gelombang panas kini menjadi tantangan baru yang harus dihadapi seiring meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa suhu di atas 40 derajat Celcius dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan heatstroke, terutama bagi lansia, anak-anak, dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menjaga asupan cairan, mengenakan pakaian yang ringan, serta segera mencari tempat teduh apabila mulai merasakan gejala akibat panas berlebih.
Gelombang panas yang melanda Slovakia dan Hungaria merupakan bagian dari fenomena suhu ekstrem yang juga dirasakan sejumlah negara Eropa lainnya. Kondisi ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia.(Rhz2797)
