Notification

×

Iklan

Iklan

Film Pesta Babi Berujung Polemik, Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono ke Polda Metro Jaya

Juni 02, 2026 Last Updated 2026-06-02T10:38:51Z

Polemik seputar film dokumenter "Pesta Babi" memasuki babak baru. Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta, resmi melaporkan dua pihak ke Polda Metro Jaya terkait penayangan film tersebut.


Laporan yang diajukan Mama Sinta diterima Polda Metro Jaya pada 29 Mei 2026. Polisi mengonfirmasi bahwa terdapat dua orang yang dilaporkan dalam perkara ini, yakni Ketua LBH Merauke berinisial JTW dan pembuat film dokumenter "Pesta Babi", Dandhy Dwi Laksono.


Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penyidik saat ini masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang baru diterima beberapa hari lalu. Menurutnya, seluruh keterangan dari pelapor, saksi, hingga barang bukti akan diteliti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.


Kasus ini bermula dari keberatan Mama Sinta atas penggunaan gambar dan penampilannya dalam film dokumenter tersebut. Ia mengaku tidak pernah memberikan persetujuan ataupun menerima pemberitahuan terkait penayangan film yang menampilkan dirinya.


Melalui kuasa hukumnya, Hamonangan Daulay, laporan tersebut telah terdaftar secara resmi dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Laporan itu mengacu pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.


Mama Sinta mengungkapkan rasa kecewa karena wajah dan identitas dirinya ditampilkan dalam berbagai pemutaran film tanpa seizin dirinya. Ia menilai tindakan tersebut telah merugikan dan membuatnya merasa tidak dihargai sebagai individu yang muncul dalam dokumenter tersebut.


Menurutnya, tidak pernah ada proses komunikasi maupun permintaan persetujuan sebelum film diputar di berbagai tempat. Karena itulah ia memutuskan datang ke Jakarta dan menempuh jalur hukum untuk menyampaikan keberatannya.


Di sisi lain, tim kolaborasi film "Pesta Babi" telah memberikan tanggapan atas laporan yang diajukan Mama Sinta. Dalam pernyataan tertulis yang diunggah melalui media sosial Watchdoc Documentary, tim menyatakan menghormati sikap dan keputusan yang diambil oleh Mama Sinta.


Mereka menegaskan bahwa Mama Sinta merupakan tokoh perempuan adat Malind yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di wilayahnya. Tim juga meminta masyarakat tidak memberikan penilaian negatif maupun menghakimi Mama Sinta di tengah proses yang sedang berlangsung.


Tim kolaborasi film mengaku hingga saat ini masih berusaha menjalin komunikasi dengan Mama Sinta dan keluarganya untuk memahami perubahan sikap yang terjadi. Mereka berharap dialog dapat dilakukan guna mencari pemahaman bersama terkait persoalan tersebut.


Adapun film dokumenter "Pesta Babi" merupakan hasil kolaborasi sejumlah organisasi, di antaranya Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc.


Sementara itu, Polda Metro Jaya masih terus mendalami laporan yang masuk. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus yang kini menjadi perhatian publik tersebut.(Rhz2797)