Notification

×

Iklan

Iklan

Gempa Kembar Guncang Venezuela, Ahli Khawatir Korban Bisa Tembus Puluhan Ribu Jiwa

Juni 25, 2026 Last Updated 2026-06-25T10:37:45Z

Venezuela tengah menghadapi situasi darurat setelah dua gempa bumi besar mengguncang wilayah tengah negara tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan. Bencana yang dikenal sebagai gempa kembar itu memicu kekhawatiran akan meningkatnya jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur dalam skala besar.


Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa kuat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 terjadi pada Rabu (24/6/2026) dengan selang waktu hanya sekitar 39 detik. Guncangan kuat tersebut dirasakan hingga berbagai wilayah, termasuk ibu kota Caracas dan daerah pesisir di sekitarnya.


Gempa pertama tercatat terjadi pada kedalaman sekitar 22 kilometer dengan pusat gempa berada di dekat kawasan Moron, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Tidak lama kemudian, gempa kedua mengguncang wilayah yang berjarak puluhan kilometer dari pusat gempa pertama dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.


Pemerintah Venezuela melalui Presiden sementara Delcy Rodriguez melaporkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan sekitar 700 lainnya mengalami luka-luka. Namun angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi di berbagai lokasi terdampak.


USGS mengeluarkan peringatan serius terkait potensi meningkatnya jumlah korban. Lembaga tersebut menilai banyak bangunan di wilayah terdampak memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap guncangan gempa besar. Sebagian besar bangunan diketahui menggunakan konstruksi batu bata tanpa penguatan serta material adobe yang lebih mudah mengalami kerusakan saat terjadi gempa kuat.


Dalam analisis awalnya, USGS menyebut kemungkinan terjadinya korban jiwa dalam jumlah besar cukup tinggi. Berdasarkan pemodelan statistik yang digunakan untuk mendukung respons darurat, terdapat peluang signifikan bahwa jumlah korban dapat mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang apabila kerusakan bangunan meluas.


Laporan penilaian risiko USGS menunjukkan adanya kemungkinan sekitar 33 persen bahwa korban jiwa berada dalam rentang 1.000 hingga 10.000 orang. Sementara itu, terdapat probabilitas lebih besar, yakni sekitar 42 persen, bahwa jumlah korban dapat mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang. Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi dan bukan data korban yang telah terkonfirmasi.


Wilayah negara bagian Yaracuy yang berada di sebelah barat Caracas menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak paling besar. Selain itu, sejumlah area padat penduduk seperti Altamira dan El Paraiso di Caracas juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Dampak gempa turut dirasakan di La Guaira dan sejumlah wilayah lain di Venezuela bagian tengah.


Kekhawatiran terhadap besarnya dampak bencana juga disampaikan para ahli konstruksi. Insinyur struktur Kenneth O'Dell menjelaskan bahwa banyak bangunan di Venezuela dibangun berdasarkan standar konstruksi lama yang belum mempertimbangkan ketahanan optimal terhadap gempa besar.


Menurutnya, sebagian bangunan yang saat ini berdiri kemungkinan dibangun sebelum tahun 1970-an, sehingga memiliki risiko lebih tinggi mengalami keruntuhan saat menghadapi guncangan berkekuatan besar seperti yang terjadi kali ini.


Hingga kini, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban dan menilai tingkat kerusakan di berbagai daerah. Pemerintah Venezuela bersama lembaga kemanusiaan internasional juga mulai menyiapkan langkah tanggap darurat untuk membantu warga yang terdampak bencana.


Situasi di lapangan masih terus berkembang. Otoritas setempat memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat memperburuk kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat guncangan sebelumnya.(Rhz2797)