Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Sepelekan Benjolan di Testis! Dokter Ungkap Cara Deteksi Dini Kanker yang Bisa Dilakukan Sendiri

Juni 29, 2026 Last Updated 2026-06-29T05:39:14Z


Munculnya benjolan pada testis sering kali membuat pria merasa cemas. Meski sebagian besar kasus ternyata bukan kanker, dokter mengingatkan bahwa kondisi tersebut tetap tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda awal kanker testis.


Dokter spesialis urologi sekaligus ahli bedah robotik dari Orlando Health, Amerika Serikat, Dr. Jamin Brahmbhatt, mengungkapkan bahwa masih banyak pria yang menunda pemeriksaan meski telah merasakan adanya perubahan pada testis selama berbulan-bulan.


Ia mencontohkan seorang pasien yang baru datang memeriksakan diri setelah didorong oleh pasangannya. Setelah menjalani pemeriksaan fisik dan USG, benjolan yang ditemukan ternyata hanyalah kista jinak. Meski hasilnya tidak berbahaya, menurutnya pasien tetap beruntung karena kondisi serupa juga bisa menjadi gejala kanker testis.


Luangkan Dua Menit untuk Pemeriksaan Mandiri


Dr. Brahmbhatt menyarankan setiap pria melakukan pemeriksaan testis secara mandiri secara rutin, misalnya saat mandi ketika otot skrotum berada dalam kondisi lebih rileks.


Pemeriksaan tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit dan tidak harus dilakukan pada tanggal tertentu setiap bulan. Yang terpenting adalah mengenali bentuk, ukuran, dan kondisi normal testis sehingga perubahan sekecil apa pun dapat segera disadari.


Menurutnya, semakin seseorang memahami kondisi tubuhnya sendiri, semakin cepat pula perubahan yang mencurigakan dapat dikenali.


Kondisi Testis yang Masih Dianggap Normal


Tidak semua perbedaan bentuk atau ukuran testis merupakan tanda penyakit. Ada beberapa kondisi yang masih tergolong normal, di antaranya:


  • Salah satu testis, terutama sebelah kiri, berada sedikit lebih rendah dibandingkan yang lain.
  • Ukuran kedua testis tidak selalu sama besar.
  • Adanya epididimis, yaitu struktur lunak berbentuk gulungan kecil di bagian belakang testis yang berfungsi menyimpan sperma.
  • Munculnya kista kecil pada testis atau epididimis yang umumnya bersifat jinak.
  • Pembuluh darah yang tampak membesar (varikokel) selama tidak menimbulkan keluhan berat.
  • Posisi testis yang naik turun akibat perubahan suhu, aktivitas fisik, atau rangsangan seksual.
  • Gejala Kanker Testis yang Wajib Diwaspadai


Salah satu tanda paling khas kanker testis adalah munculnya benjolan yang terasa keras dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri.


Kondisi inilah yang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan fisik, USG, hingga tes laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau kanker.


Menurut data American Cancer Society, kanker testis paling banyak menyerang pria berusia 20 hingga 30 tahun. Meski demikian, jenis kanker ini memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi apabila berhasil dideteksi sejak stadium awal.


Tidak Semua Kelainan Berarti Kanker


Dr. Brahmbhatt juga menjelaskan bahwa ada sejumlah gangguan lain pada testis yang memiliki gejala berbeda dengan kanker.


Misalnya epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis yang biasanya ditandai pembengkakan, nyeri, kemerahan, rasa hangat pada skrotum, demam, hingga nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini umumnya dapat diobati menggunakan antibiotik, obat antiradang, dan istirahat yang cukup.


Nyeri Mendadak Bisa Jadi Kondisi Darurat


Selain benjolan, pria juga perlu waspada apabila merasakan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba pada salah satu testis.


Gejala tersebut dapat mengarah pada torsi testis, yaitu kondisi ketika tali sperma terpelintir sehingga aliran darah menuju testis terhenti. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis dan harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.


Jika terlambat ditangani dalam hitungan jam, jaringan testis berisiko mengalami kerusakan permanen bahkan tidak dapat diselamatkan.


Deteksi Dini Meningkatkan Peluang Kesembuhan


Dokter menegaskan bahwa mengenali perubahan pada tubuh sendiri merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa. Pemeriksaan mandiri secara rutin, disertai konsultasi ke dokter ketika menemukan benjolan atau keluhan yang tidak biasa, menjadi kunci utama dalam mendeteksi kanker testis sejak dini dan meningkatkan peluang kesembuhan.(Rhz2797)