Dua anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Malaysia dilaporkan mengalami luka ringan setelah konvoi logistik yang mereka kawal menjadi sasaran serangan di wilayah Lebanon Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) dan menambah daftar ketegangan yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan serangan terjadi di dekat konvoi logistik Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat melintas di wilayah Desa Haris. Akibat kejadian tersebut, dua personel penjaga perdamaian Malaysia mengalami cedera ringan dan dua kendaraan operasional mengalami kerusakan.
Meski sempat terdampak serangan, konvoi tersebut berhasil melanjutkan perjalanan menuju pangkalan terdekat. Kedua personel yang terluka langsung mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil.
Pihak UNIFIL saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai sumber serangan yang menghantam area sekitar konvoi.
Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih bergejolak di Lebanon Selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan perbatasan Lebanon dan Israel kembali menjadi titik panas akibat meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Hezbollah dan militer Israel.
Ketegangan meningkat setelah Hezbollah melancarkan serangkaian serangan roket dan drone ke wilayah Israel. Aksi tersebut terjadi di tengah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan memicu respons militer dari Israel.
Sebagai balasan, Israel melakukan sejumlah serangan udara yang menyasar berbagai lokasi yang diduga terkait dengan Hezbollah, termasuk wilayah pinggiran Beirut bagian selatan serta beberapa kawasan di Lebanon Selatan dan Timur. Operasi militer darat juga sempat dilancarkan di wilayah perbatasan.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui perundingan yang dimediasi Amerika Serikat. Kesepakatan gencatan senjata yang tercapai pada April 2026 diharapkan dapat menurunkan intensitas pertempuran. Namun, bentrokan sporadis dan serangan balasan masih terus terjadi di sejumlah wilayah.
Serangan terhadap konvoi UNIFIL menjadi perhatian internasional karena pasukan penjaga perdamaian PBB bertugas menjaga stabilitas dan memantau implementasi berbagai kesepakatan keamanan di Lebanon Selatan. PBB menegaskan keselamatan personelnya merupakan prioritas utama dan meminta semua pihak menghormati mandat pasukan perdamaian yang bertugas di lapangan.
Perkembangan hasil investigasi atas insiden ini masih dinantikan, sementara kondisi keamanan di wilayah Lebanon Selatan terus dipantau oleh komunitas internasional.(Rhz2797)
